Tata Kelola Perguruan Tinggi

Ilustrasi/Net

Oleh : Drs. Syamruddin Batubara, MM

Tentu masih relevan dalam ingatan kita, ketika pada 2015, pemerintah menonaktifkan atau menutup sekitar 243 Perguruan Tinggi (PT). Salah satu alasan pemerintah menutup ratusan  PT tersebut adalah karena pengelolaan yang dilakukan tidak mengikuti ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Banyak pengelola PT yang bertindak seenaknya sehingga membuat resah masyarakat.

Penutupan ratusan PT tersebut hendaknya dapat menjadi cambuk bagi para pengelola PT agar tidak mengelola kampus secara asal-asalan. Sehingga perlu mengedepankan tata kelola yang baik (good governance), sebagaimana yang sudah ditentukan dan digariskan oleh pemerintah.

Pengelolaan PT yang baik tidak hanya melihat besarnya jumlah mahasiswa dan dosen secara kuantitas serta output jumlah lulusan yang dihasilkan pada setiap tahunnya, namun juga harus memperhatikan kualitas dari para lulusan dan para tenaga pendidiknya. Dengan demikian ketika seorang mahasiswa menyelesaikan pendidikannya di PT, mereka sudah siap masuk ke dalam masyarakat dalam kehidupan yang sebenarnya.

Begitu pula apabila para tenaga pendidiknya memiliki kualitas, maka sebuah kampus atau PT akan bisa menjadi laboratorioumnya masyarakat. Keberadaan PT tidak hanya bermanfaat bagi para civitas akademikanya, namun juga harus memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat. Tidak hanya melalui proses belajar-mengajar, namun juga dalam proses penelitian dan pengabdian pada masyarakat, sebagaimana diatur dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Secara umum pengelolaan pendidikan, termasuk PT mengacu kepada UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Sedangkan secara khusus mengacu kepada UUNomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dan PP Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi Dan  Pengelolaan Perguruan Tinggi.

Banyak PT yang memiliki jumlah mahasiswa dan tenaga pengajar yang sangat banyak, tapi tetap menjaga kualitas lulusannya. Mari kita lihat contoh dua PT yang memiliki jumlah mahasiswa dan mahasiswi terbesar di Indonesia, yaitu Universitas Brawijaya (Unibraw) Malangdan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.

Kendati memiliki jumlah mahasiswa yang sangat besar, namun UGM tetap menjaga kualitas pendidikannya. Sehingga lulusan-lulusan dari PT terkemuka di Tanah Air ini tetap menjadi rebutan dunia usaha dan industri, begitu pula mereka yang diterima sebagai pegawai di pemerintahan. Bahkan, menjadi acuan bagi kampus-kampus di Indonesia, tidak hanya PT Swasta (PTS), namun juga PT Negeri (PTN). Begitu juga yang dilakukan oleh Unibraw.

Seperti diuraikan di atas bahwa tata kelola PT tidak hanya dalam konteks proses belajar mengajar. Namun juga bagaimana seluruh civitas akademika diberikan kesempatan untuk berkreativitas dalam kegiatan-kegiatan keilmuan baik dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka segenap civitas akademika yang ada di PT tidak hanya datang ke kampus dalam proses belajar mengajar, akan tetapi mereka juga harus diberikan ruang yang seluas-luasnya dalam kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, dan otonomi keilmuan. Dengan demikian budaya akademik akan terbangun dengan baik di dalam setiap PT.

Tata kelola PT dimaksudkan untuk membangun sebuah kampus yang baik dari segi perundang-undangan dan budaya akademik. Sehingga tidak memunculkan otorisasi oleh para pemangku kepentingan pengelolanya. Kampus bukanlah suatu lembaga yang birokratis dan kaku dalam tata kelolanya, namun harus fleksibel dan dinamis dalam setiap proses kegiatannya.

Kemudian yang paling penting adalah pengelolaan PT harus dapat dipertanggung jawabkan kepada masyarakat dan pemerintah. Sehingga tidak hanya sekadar berdiri namun prinsip-prinsip tata kelolanya tidak ada. Dengan demikian, kelak, tidak muncul pameo di masyarakat dengan ucapan “kampus abal-abal”.

Mari kita mengelola pendidikan tinggi dengan prinsip-prinsip transparansi, akuntabilitas, dan good governance. Dengan cara seperti ini, maka lulusan demi lulusan yang dihasilkan oleh PT akan semakin berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan di masyarakat.

Penulis adalah Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Pamulang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here