Google Kembangkan Layar Sentuh dari Kain

Bekerjasama dengan Levi Strauss, Google kembangkan kain yang bisa berfungsi layaknya layar sentuh, untuk mengendalikan operasional gadget. Dinamai Project Jaquard. (QZ)
Bekerjasama dengan Levi Strauss, Google kembangkan kain yang bisa berfungsi layaknya layar sentuh, untuk mengendalikan operasional gadget. Dinamai Project Jaquard. (QZ)

Iptek, liputanbanten.com – Bayangkan jika pengguna smartphone di dunia bisa mengoperasikan gadget-nya hanya dengan menyentuh baju yang dipakai. Google dan Levi Strauss mengatakan telah bekerjasama untuk membuat kain dengan kemampuan layar sentuh.

Rencana ini diumumkan Google saat konferensi developer di San Fransisco pekan kemarin. Mereka memberinya nama Project Jacquard, mengambil dari nama ilmuwan Prancis yang berhasil menemukan mesin tenun.

Project Jacquard bukan dikembangkan oleh Google (x) Labs, melainkan tim kecil yang bergabung dalam Advanced Technology and Projects (ATAP). Mereka memanfaatkan benang yang konduktif untuk ditenun menjadi hasil tekstil.

“Kami sedang mengembangkan kemungkinan adanya bahan tekstil yang interaktif. Kami melakukannya dengan menenun benang-benang yang konduktif menjadi bahan tekstil,” ujar Emre Karagozler, dari ATAP Google, seperti dikutip melalui Indiana Express, Senin 1 Juni 2015.

Benang khusus itu bisa ditenun menjadi berbagai macam jenis kain. Bentuknya bisa terlihat atau tidak, tergantung keinginan desainer. Konduktivitas bisa dibatasi hanya untuk bagian yang diinginkan, atau untuk seluruh bagian kain.

“Kain ini bisa diregangkan, bisa dicuci juga, layaknya kain biasa,” ujar Karagozler.

Dia mendemonstrasikan kecanggihan kain Jacquard pada event Google I/O. Dia meletakkan selembar kain berwarna biru di atas meja yang bisa disentuh-sentuh dengan ujung jari untuk mengendalikan sesuatu.

Dikatakan Google, Project Jacquard memungkinkan interaksi gerak dan sentuhan ke dalam kain tenun standar. Ini artinya, apapun yang melibatkan kain, barik pakaian, gaun, atau karpet, sangat dimungkinkan untuk bisa berubah fungsi menjadi layar sentuh.

Dijelaskan Jacquard, benang konduktif dikoneksikan melalui sirkuit superkecil, yang tidak lebih besar dari kancing jaket, dengan elektronik miniatur yang bisa menggunakan algoritma untuk mengenali sentuhan dan gesekan.

Untuk menghubungkan smartphone dengan kain tenun konduktif dibutuhkan bantuan jaringan nirkabel. Data yang ada bisa dikirim melalui jaringan nirkabel ke smartphone atau perangkat lain, memungkinkan pengguna melakukan panggilan, mengirim pesan, hanya dengan menyentuh karpet.

“Jacquard adalah kanvas kosong untuk industri fesyen. Desainer bisa menambahkan kemampuan pada gaun desainnya, tanpa harus mempelajari tentang elektronik,” ujar Karagozler. (viv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here