Percepat Rebut Mosul dari ISIS, Tentara Irak Mulai Gunakan Senjata Kimia

Tentara Irak gunakan masker pelindung (Foto: CNN)

Mosul, Liputanbanten.co.id – Demi mempercepat operasi merebut kota Mosul dari tangan ISIS, tentara Irak dikabarkan mulai menggunakan senjata kimia. Namun penggunaan senjata tersebut mendapatkan kritik dari badan-badan internasional.

Menurut kabar yang dirilis RT, Senin (1/11/2016), tentara Irak yang berkoalisi dengan pasukan Amerika Serikat (AS) diketahui telah menggunakan senjata fosfor putih. Meski efektif, namun senjata tersebut diklaim akan membahayakan warga sipil yang berada di medan perang.

“Kami sadar bahwa warga sipil terancam dengan bahaya ranjau yang telah ditanamkan ISIS di beberapa tempat. Namun keresahan kami terfokus pada warga yang mencoba kabur, tetapi akan terpapar oleh senjata fosfor putih,” ujar Pejabat Senior Amnesti Internasional, Donatella Rovera.

Senjata fosfor putih sendiri dikenal sebagai salah satu senjata paling berbahaya di dunia. Pasalnya, senjata tersebut akan mampu menembus kulit dan menghancurkan otot serta tulang manusia.

“Fosfor putih memang tidak digunakan di daerah padat penduduk. Namun kami takut para warga yang memutuskan untuk keluar dari wilayah konflik masuk ke daerah yang terpapar fosfor putih,” ulang Rovera lagi.

Namun lebih lanjut, Rovera mengatakan bahwa penggunaan senjata kimia jenis fosfor putih masih diperbolehkan, namun penggunaannya harus benar-benar bisa dikontrol, supaya tidak menimbulkan bahaya pada warga sipil.

Militer Irak sendiri hingga saat ini masih terus menggempur kota Mosul. Operasi besar-besaran tersebut ditujukan untuk mengusir dan membasmi ISIS yang telah menjadikan Mosul sebagai basis utamanya di Irak.

Akibat perang tersebut, sekitar 100.000 warga harus mengungsi, sedangkan sekitar 1,5 juta orang masih terjebak di dalam kota Mosul. (Krm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here