Mahasiswa Aksi: Waralaba Mematikan UMKM

KUMALA gelar aksi
KUMALA gelar aksi protes waralaba di Kab Lebak, Senin (2/3) (Foto: Furqon)

Lebak, liputanbanten.com – Keluarga Mahasiswa Lebak (KUMALA) Perwakilan Rangkasbitung menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rangkasitung, Kabupaten Lebak. Senin (2/3).

Dalam aksinya, mahasiswa mendesak pihak Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) Kabupaten Lebak untuk menghentikan Waralaba yang mematikan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Kordinator Lapangan (Korlap) aksi, Hendi, mengatakan Kabupaten Lebak yang hijau dan indah akan sumber alam yang melimpah, namun Kabupaten Lebak ini bagai gadis yang teraniaya, sumberdaya melimpah namun dirusak oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab dengan banyaknya pembangunan Waralaba dan pertambangan dimana-mana. “lemahnya pengawasan dari DPRD Lebak dalam melakukan pengawasan perizinan terhadap pertambangan dan Waralaba di Kabupaten Lebak,”Katanya.

Selain itu, Kata dia, Kumala mendesak pihak BPMPPT Kab Lebak untuk menindak tegas dan menutup pertambangan illegal dan pengusaha-pengusaha nakal.

“Karenanya, dari catatan KUMALA Perwakilan Rangkasbitung tersebut, melihat juga kondisi infrastruktur yang rusak parah dan berlubang akibat muatan kendaraan pengangkut hasil tambang yang melebihi tonase,” Jelasnya.

Sementara itu, Lukmanul Hakim, Ketua Umum Koordinator Kumala, menyesalkan lemahnya pengawasan dari wakil Rakyat atas merebaknya Waralaba dan pertambangan liar di Kabupaten Lebak.

“Kami menuntut pemerintah daerah melalui BPMPPT Kabupaten Lebak agar segera menertibkan dan mengevaluasi kembali izin perusahaan pertambangan illegal dan kembali menertibkan izin Waralaba,” Katanya.

Aksi berlangsung pukul 09.00 WIB pagi tadi, dengan pengawalan ketat dari personil Polres Lebak.

(Iqbal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here