Peringati Hardiknas, Salah Satu Massa Aksi di Pukul Oknum Aparat Kepolisian

Serang, Liputanbanten.co.id – Aksi demo puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) Perwakilan Serang dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional di KP3B, Kota Serang, Rabu 2 Mei 2018 dicederai oleh oknum aparat kepolisan yang memukul kepala salah satu massa aksi.

Ridwan Anggara Ketua Kumala Perwakilan Serang menilai tindakan oknum aparat kepolisian tersebut mencederai demokrasi dan juga bertindak sewenang-wenang terhadap mahasiswa.

“Kami (Mahasiswa) di sini hanya menyampaikan aspirasi menyoal Pendidikan di Banten, bukan niat untuk ribut, tapi kami kecewa kepada oknum aparat kepolisian yang memukul kepala massa aksi saat melakukan pengamanan,” kata Ridwan Anggara saat diminta keterangan, Rabu (2/5).

Sementara itu, Yoga massa aksi yang menjadi korban pemukulan oknum aparat kepolisian menuturkan  bahwa dirinya tidak terima atas tindakan kepolisan yang bertindak argoan kepada mahasiswa yang sedang menyampaikan aspirasi kepada pemerintah Provinsi Banten.

“Saya tidak rela dengan perlakuan polisi yang seperti itu terhadap saya, saya disini sebagai mahasiswa hanya menyampaikan aspirasi kenapa harus di pukul oleh oknum kepolisian,” tuturnya.

Riyadi Fahmi selaku Ketua Koordinator Kumala menambahkam seharusnya polisi mengamankan jalanannya aksi tersebur dengan baik bukan melakukan tindakan yang tidak sewajarnya kepada para mahasiswa.

“Bukan hanya, Yoga (Korban Pemukulan) saya  juga terkena tidakan yang sewenang-wenang oleh aparat kepolisan, seharusnya mereka menjaga kami dengan baik bukan mengedepankan tindakan arogansi,” tambah Fahmi.

Pihaknya pun menegaskan bahwa tindakan oknum kepolisian yang argon tersebut akan di tindaklanjuti, karena Fahmi menilai pihak kepolisian sudah melanggar SOP pengamanan aksi.

“Bukan hanya sekali dua kali ini yang kesekian kalianya oknum polisi saat melakukan pengamanan aksi melakukan kekerasan terhadap massa aksi, kami akan menindaklanjuti perlakuan oknum kepolisian yang tidak sewajarnya terhadap massa aksi,” tegas Fahmi.

Sementara itu, sampai berita ini dinaikan, pihak kepolisian dari Polresta Serang belum bisa di konfirmasi untuk meminta keterangannya. (Lb/Lib).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here