Mahasiswa Unbaja Gelar Seminar Kebangsaan

Mahasiswa Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Banten Jaya menggelar seminar kebangsaan. Sabtu (2/12/2017).

Serang, Liputanbanten.co.id – Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Banten Jaya (HCB Banten Jaya) menggelar Seminar Kebangsaan dengan Tema Peran Pendidikan dan Ketahanan Nasional Dalam Upaya Mencegah Degraradi Kemanusiaan di Auditorium Unbaja Kota Serang, Sabtu (2/12/2017)`

Kegiatan tersebut diikuti oleh 200 peserta yang dihadiri oleh mahasiswa Unbaja, Untirta dan SMA se-provinsi Banten.

Menurut panitia, seminar kebangsaan diselenggarakan karena adanya keprihatinan mahasiswa terhadap terjadinya degradasi kemanusiaan dalam pendidikan dan ketahana nasional.

“Seminar ini bertujuan untuk lebih mendalami pemahaman generasi muda khususnya mahasiswa dan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk mengetahui permasalahan pendidikan serta ketahanan nasional pada kondisi yang aktual,” Ujar Ahmad Asqolani kepada Liputanbanten.

Seminar kebangsaan dibuka oleh Rektor Universitas Banten Jaya, Dr. Sudaryono, SP., S.Pd., M.Pd dalam sambutannya mengatakan bahwa  perlua adanya kesadaran mahasiswa dalam menjaga ketahanan bangsa dalam kehidupan kampus maupun di masyarakat. “ini juga sesuai dengan agenda nasional yang dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia, dimana pada Jokowi mengumpulkan seluruh rektor di Denspasar Bali guna mengantisipasi degradasi kemanusiaan dan upaya pencegahannya.” Katanya pada sambutan pembukaan seminar.

Sementrara Panji Aziz Purnomo S.Kesos salah satu narasumber dari Istana Belajar Anak Banten (Isbanban) mengajak untuk mengembangkan anak-anak Banten guna menghindari terjadinya degradasi kemanusiaan, dimana masalah terbesar bangsa Indonesia adalah Pendidikan, Kesehatan, dan Teknologi.

“Kurangnya tenaga pendidik menjadi salah satu penyebab pendidikan di Indonesia masih tertinggal jauh dari negara lain disamping itu kekeurangan tenaga pendidik didominasi oleh daerah-daerah terpencil di pelosok tanah air. Diperlukan revitalisasi pendidikan di Indonesia dengan menyusun ulang Blue Print Pendidik.” Ujarnya.

Hal senada disampaikan, Kasi Intel Korem 064 Maulana Yusuf, Roby Mt, S.Pd., M.Pd,. Menyatakan bahwa kemajuan pendidikan yang harmonis dapat tercipta dengan meningkatkan kualitas guru. Peran pendidikan tidak dapat diperoses jika tidak melalui Pertahanan dan Komunikasi, Ekonomi, Politik, dan Sosial Budaya.

“Dengan adanya ketimpangan sosial, menyuarakan ke tidak adilan hukum, serta keinginan masyarakat untuk mengapus diskriminasi dalam berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sehingga perlu upaya untuk mewujudkan persamaan persepsi dalam menolak tentang ancaman degradasi kemanusiaan oleh semua komponen masyarakat dan juga pemuda demi terwujudnya pencegahan radikalisme.” Ujarnya.

Pada sesi penutupan peserta menampilkan berbagai puisi yang bertema ajakan kepada semua komponen bangsa untuk memajukan pendidikan nasional dan melaksanakan ketahanan nasional dan menjaga keutuhan NKRI. (Lb/rilis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here