TKI Asal Carenang Hidup Memprihatinkan

Rohmanah (45), yang bekerja di Arab Saudi asal Ragas Tegal, Desa Ragas Masigit, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang pulang dengan kondisi sangat memprihatinkan. Rabu (3/1/2018) (Foto: Liputanbanten)

Serang, Liputanbanten.co.id – Rohmanah (45), yang bekerja di Saudi Arabiah asal Ragas Tegal, Desa Ragas Masigit, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang pulang dengan kondisi sangat memprihatinkan. Janda tiga orang anak tersebut diberangkat secara ilegal melalui calo demi menutupi kebutuhan hidupnya menyekolahkan anaknya hingga ke perguruan tinggi.

Saat ini Rohmanah terbaring lemah dikediaman Abdul Gofur lantaran menderita penyakit gagal ginjal.‎ Selama ini dia tidak memiliki biaya untuk menjalani rangkaian pengobatan seperti yang dianjurkan dokter, yaitu cuci darah.

‎”Saya pulang secara paksa belum lam, karena sakit ginjal, tadinya majikan gak percaya, bilangnya manja, kamu malas,  gak percaya kalau sakit, terus majikan laki-laki ngajak ke dokter baru percaya, pas tau dari dokter langsung dipulangkan, karena ketakutan,” kata Rohmanah

Rohmana sendiri‎ baru bekerja selama 6 bulan melalui jasa calo di kampungnya. Ia mengaku terpaksa memilih bekerja di luar negeri hanya untuk membiayai anak-anaknya sekolah hingga perguruan tinggi.

‎”Semenjak suami meninggal 2006 lalu, saya harus bekerja keras membiaya anak-anak saya. Pertama saya berangkat ke Kuwait 2008 lalu, kemudian pulang dan pada 2011 saya berangkat lagi ke Madinah melalui jalur resmi. Tapi pas ke Arab Saudi ini saya secara sembunyi-sembunyi, awalnya saya gak tahu kalau ini ilegal, saya tahunya dari paspor gak boleh dilihatin, terus kalau dulu ada tandatangan diatas materai segala, kalau sekerang enggak,” katanya.

Dengan kondisi sakit seperti saat ini, Rosmana mengaku tidak lagi bisa bekerja untuk membiayai kedua orang anaknya. Rosmana saat ini hanya bisa‎ terbaring lemah dan dibiayain oleh salah seorang anak perempuannya yang bekerja di pabrik sepatu.

‎”Bingung, usaha dikampung cuma buat makan doang, buat biaya anak gak kebagian.‎ Anak saya ada tiga, yang masih kecil sekolah SMP, yang kedua sekarang sekolah di unversitas terbuka, dan yang bersa sudah rumah tangga, dia tinggal sama suaminya di Ciruas,” katanya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Serang asal Kecamatan Carenang, Abdul Gofur mengaku prihatin melihat kondisi TKI tersebut. Karena selama ini‎, kata dia pihak perusahaan tidak ada bentuk perhatian.

“Saya kira Disnakertrans harus bergerak cepat, dan melihat persoalan ini, kita lihat saja sekarang marak TKI yang diberangkatkan secara ilegal.‎ Ini harusnya tidak boleh terjadi, harus ada pengawasan yang ketat,” pungkasnya. [Lb/Yna]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here