Tips Keringkan Laptop dan Smartphone Terkena Banjir

Liputanbanten.co.id – Awal tahun 2020, beberapa wilayah di Jakarta dan sekitarnya dilanda banjir. Akibat banjir, mungkin saja ada insiden smartphone atau laptop yang terkena air atau bahkan terendam.

Kita tahu bahwa perangkat elektronik, seperti smartphone dan laptop, itu harus dijauhi dari air. Alasannya, air akan menyebabkan komponen di dalam smartphone dan laptop rusak. Apalagi air banjir yang mungkin kotor dengan lumpur yang dibawanya.

Jika smartphone dan laptop terkena air, jangan khawatir dan berpandangan bahkan perangkat itu telah rusak. Apalagi saat smartphone dan laptop terjatuh ke air, biasanya membatalkan garansi pabrik secara otomatis, banyak perangkat elektronik memiliki indikator yang berubah warna saat basah.

Ada beberapa langkah yang bisa diikuti untuk menyelamatkan smartphone dan laptop kamu yang terkena atau terendam banjir, sebelum benar-benar rusak. Berikut tipsnya.

Smartphone

Jika ponsel terkena tumpahan air, segera keluarkan. Semakin lama terendam, semakin banyak air yang meresap ke celah di sekitar layar atau komponen lainnya.

Matikan smartphone, lepaskan pelindung atau casing. Jika memungkinkan, buka bagian belakang dan lepaskan baterai, kartu SIM, dan kartu microSD. Jika tidak, lewati langkah ini.

Gunakan lap kain atau kertas untuk mengeringkan ponsel. Jangan menggosok ponsel hingga kering, karena dapat secara tidak sengaja mendorong air ke bagian ponsel yang lebih sensitif. Jika ponsel benar-benar tenggelam, Anda dapat mencoba menyedot debu dan air melalui celah yang ada.

Tahan keinginan untuk menjemur ponsel di bawah sinar Matahari. Simpan di tempat yang sejuk dan kering.

Ada salah satu, trik yang bisa diikuti dengan merendam ponsel di dalam beras. Ada juga yang diklaim akan lebih efektif dengan menggunakan silika gel. Biarkan ponsel di dalam kantong silika gel atau beras setidaknya selama 24-48 jam.

Setelah membiarkan smartphone benar-benar kering, lalu coba aktifkan. Jika tidak langsung menyala, coba isi daya untuk melihat apakah ada tanda-tanda ponsel masih berfungsi. Dengan mengisi daya akan ada lampu indikator atau layar yang menyala.

Jika ponsel hidup kembali, tetap awasi selama beberapa hari ke depan, karena kadang-kadang fitur tertentu tidak akan berfungsi seperti biasanya. Jika ponsel tetap mati, bisa dibawa langsung ke service center terdekat.

Laptop

Jika laptop terkena air saat menyala, langsung matikan. Laptop yang dibiarkan hidup, bahkan untuk beberapa saat, dapat menyebabkan korsleting, meninggalkan komponen di dalam rusak permanen.

Lepaskan baterai dari laptop. Beberapa laptop masih memiliki baterai yang bisa dilepas, sementara ada model yang harus membuka cover belakang untuk melepasnya.

Cabut semua drive USB atau dongle yang terhubung ke laptop. Ambil kain kering dan bersihkan cairan berlebih dari permukaan laptop, terutama di dekat keyboard, lubang angin atau port USB atau HDMI.

Balikkan laptop, letakkan di atas handuk atau sesuatu yang menyerap, dan biarkan air mengalir keluar. Anda tidak perlu membuka laptop jika Anda tidak nyaman melakukannya, tetapi jika Anda melakukannya, lepaskan pelat belakang dan bersihkan komponen dengan kain bebas serat sebelum membiarkannya mengering.

Pengeringan di udara terbuka adalah yang terbaik dalam situasi ini. Seorang ahli mengatakan untuk laptop direndam dengan beras tidak efektif. Yang akhirnya terjadi adalah Anda harus melakukan lebih banyak pekerjaan dalam membersihkan beras, yang dapat melekat ke beberapa komponen.

Biarkan laptop mengering selama lebih dari 24 jam di udara terbuka. Setelah benar-benar kering, coba hidupkan. Kemudian, colok dengan adapter charger untuk pengisian. Jika berhasil, bisa langsung dibawa ke service center.

Satu catatan keselamatan: jika baterai bersentuhan dengan cairan apa pun, Anda harus membeli yang baru. Cairan tidak hanya dapat merusak baterai, tetapi juga dapat membuat perangkat tidak aman untuk digunakan.(Lb/Kmp/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here