DPC Hanura Kab. Serang Minta PAW Abdullah Diproses

Ketua DPC Hanura Kabupaten Serang Ahmad Soleh.

Serang, Liputanbanten.co.id – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hanura Kabupaten Serang, Ahmad Soleh mendesak Sekretariat DPRD Kabupaten Serang untuk segera memproses PAW atas nama Abdullah. Hal itu dikarenakan Surat PAW tersebut sudah dilayangkan sejak  April 2018, dan dianggap sudah lengkap.

Ahmad Soleh menjelaskan, dalam undang-undang partai politik sudah jelas mengatakan bahwa apabila ada partai politik yang bersengketa, maka yang menjadi pedoman pemerintah adalah SK yang dikeluarkan terakhir Kementerian Hukum dan HAM. Oleh karena itu, ia pun mempertanyakan sikap dari Sekretariat DPRD Kab. Serang yang hingga kini belum memproses PAW yang dilayangkan DPC Hanura Kab. Serang.

“Saya bilang‎ ini dari Sekwan, terutama dari Ketua DPRD ini apa mereka melihat dari sisi obyektif atau sisi subyektif, kalau dari sisi obyektif harusnya melihat dari sisi hukumnya, kalau terkendala masalah putusan Sela di PTUN yang di pedomani kan SK Kemenkum HAM, bukan putusan sela, dan kita di Sipol KPU saja tidak ada masalah,” kata Ahmad Soleh.

Kemudian, kata dia yang kedua pihaknya juga mendengar adanya surat edaran yang menyatakan DPP Hanura atas nama kubu Daryatmo dan Sarifuddin Sudding‎. Menurutnya, jika memang obyektif seharusnya surat edaran itu tidak didengarkan, dan baik dari Sekretariat Dewan atau pun dari Bagian Hukum harusnya datang‎ ke Kementerian Hukum dan Ham.” Itu yang namanya Obyektif,”‎ katanya.

Ia menuturkan, jika mengacu terhadap undang – undang PAW ini pun aturan mainnya paling lama selama tujuh hari di sekretariat DPRD, tujuh hari di Bupati‎ dan 14 hari di provinsi sejak surat PAW diterima.” Nah sekarang ini makanya saya mau menanyakan terkait hal itu, kemudian yang kedua ada kekurangan terkait SK Pemberhentian saudara Abdullah, kita sudah bawa sekarang (kemarin-red),” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kab. Serang, Muhsinin mengaku belum bisa memproses PAW tersebut lantaran sebelumnya status Abdullah belum diberhentikan dari partai Hanura. Dirinya khawatir jika PAW itu dilakukan‎ akan ada gugatan.

“Syarat PAW itu kuncinya ada di partai, kalau sudah diberhentikan di partai ya sudah berhenti, harus sadar, tapi menunggu ketuk paripurna.‎ Kemarin memang ada kekurangan, tapi sekarang sudah saya terima, sementara ini menurut saya sudah lengkap,” katanya. (Lb/Yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here