KPU Kota Serang Verifikasi Sample Dukungan Calon Anggota DPD RI

KPU Kota Serang melakukan Verifikasi Faktual (Verfak) terhadap sample dukungan calon anggota DPD RI. (Foto: Liputabanten)

Serang, Liputanbanten.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Serang melakukan Verifikasi Faktual (Verfak) terhadap sample dukungan calon anggota DPD RI sejak sabtu 2 Juni 2018.

Sebanyak 1.137 data dukungan dari 22 calon anggota DPD RI yang di verfak, jumlah itu tersebar di 6 kecamatan Yakni Kecamatan Serang 195, Kecamatan Kasemen 395, Kecamatan Walantaka 150, Kecamatan Curug 101, Kecamatan Cipocok Jaya 146, dan Kecamatan Taktakan 150, dalam verfak melibatkan aparatur KPU dipandu langsung oleh komisioner dan dipantau langsung oleh Panwaslu Kota Serang

“Dari 26 calon anggota DPD RI, hanya 22 calon yang memiliki dukungan di Kota Serang, karena itu merekalah yang kami verfak. Sesuai tahapan verfak dilakukan mulai tanggal 30 Mei hingga 19 Juni 2018,” kata Ketua KPU Kota Serang Heri Wahidin dalam keterangan tertulisnya, minggu (3/6).

Untuk menjaga integritas proses dan hasil verfak, seluruh tim verifikator terlebih dahulu dibekali prosedur dan aturan. Utamanya soal kewajiban mencocokan data dukungan dengan KTP-El si pendukung. Kemudian jika pendukung merasa tidak memberikan dukungan, maka yang bersangkutan diwajibkan mengisi formulir yang telah disediakan KPU.

“Jika saat didatangi ke kediamannya pendukung tidak bisa ditemui maka status dukungannya dinyatakan belum memenuhi syarat (BMS). Harus ada saksi yang menandatangani form bahwa petugas verifikator telah mendatangi kediaman pendukung, namun si pendukung tidak ada,” paparnya

Misalkan dalam data dukungan tertera nama Fulan, saat didatangi Fulan tidak ada kemudian istri atau keluarganya nanti kami minta membubuhkan tanda tangan nanti data pendukung yang BMS itu kami kirim ke LO masing-masing calon. Merekalah yang bertugas menghadirkan pendukung tersebut ke kantor KPU sepanjang tahapan verfak dilakukan.

Sementara itu Divisi Hukum KPU Kota Serang Durotul Bahiyah menjelaskan, setiap petugas verifikator wajib mendokumentasikan kegiatan di lapangan, ini penting sebagai pertanggungjawaban kinerja serta mencegah adanya gugatan di kemudian hari.

“Setiap tiga hari, kami akan lakukan evaluasi pelaksanaan verfak ini, evaluasi itu untuk memotret dinamika di lapangan saat verfak. Setiap komisioner menjadi penanggungjawab di setiap kecamatan, saya di Taktakan, Pak Heri Wahidin di Kasemen, Pak Firly di Kecamatan Serang, Pak Hopip di Kecamatan Cipocok Jaya, dan Pak Akhmad Syarifudin di Kecamatan Curug dan Walantaka,” katanya (Lb/Ar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here