Pancasila, Semangat Untuk Kemandirian Ekonomi Bangsa

Hadi Rusmanto

Oleh : Hadi Rusmanto

Liputanbanten.co.id – Hari lahirnya Pancasila yang telah di tetapkan oleh pemerintah setiap 1 Juni, ini harus menjadi motivasi untuk anak bangsa Indonesia berdaulat dan mandiri secara ekonomi, Pancasila yang merupakan ideologi negara Indonesia memiliki makna dan arti yang sangat luas, cita-cita para funding father melahirkan ideologi negara Indonesia menuai perdebatan yang panjang, tetapi dari semua perdebatan itu tentu dalam satu bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) demi terwujudnya kesejahteraan dan kemajuan Bangsa Indonesia. Butir butir Pancasila bukan hanya untuk di hapal saja, tetapi harus tertanam dalam jiwa raga seluruh anak bangsa agar dapat mengimplementasikan dari semua nilai nilai Pancasila tersebut.

Peringatan hari lahirnya Pancasila bukan sekedar hanya menjadi ceremonial menggugurkan kewajiban rutinitas pemerintah saja, tetapi hari lahirnya Pancasila harus menjadi evaluasi pemerintah terkait kondisi bangsa sekarang ini.

Sebagai anak bangsa sudah menjadi kewajiban untuk mengimplementasikan nilai-nilai dari Pancasila, butir-butir Pancasila harus ditanamkan dalam jiwa setiap insan bangsa Indonesia. Ekonomi bangsa Indonesia sudah tentu harus sesuai dengan nilai dari Pancasila, semangat gotong royong dan keadilan soasial harus menjadi semangat dalam membangun ekonomi bangsa Indonesia.

Cita-cita para pejuang kemerdekaan Indonesia tidak hanya untuk memperjuangkan kedaulatan bangsa Indonesia secara politik, tetapi juga berdaulat dan mandiri secara ekonomi “Kedaulatan secara poltik akan mustahil terwujud jika tidak adanya kemandirian secara ekonomi” system perekonomian kita Seperti yang terdapat pada UUD 1945 Pasal 33 setelah amandemen tahun 2002 point 4. Perekonomian nasional diselenggarakan dengan prinsip kebersamaan atas dasar demokrasi ekonomi, efisiensi, berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, dan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.

Perekonomian bangsa kita belum bisa dikatakan mandiri karena perekonomian kita masih di pengaruhi oleh valuta asing khususnya dolar, kenaikan dolar membuat kepanikan ekonomi bangsa Indonesia, dolar yang sempat menembus Rp. 14.000,- menjadi kepanikan di pasar, selain itu pengelolaan sumber daya alam masih di kuasai asing, apalagi import tenaga kerja aseng menjadi momok tersendiri buat bangsa Indonesia, Mandiri dalam Ekonomi berarti harus dimaknai bahwa bangsa Indonesia mampu memenuhi kebutuhan dasar bangsa yaitu sandang, papan dan pangan dengan menjamin kepastian dan keberlanjutannya.

ini yang menjadi Pekerjaan Rumah (PR) untuk pemimpin bangsa ini. Ekonomi bangsa Indonesia sudah barang tentu harus sesuai dengan Pancasila system perekonomian gotong royong dan adil menjadi tumpuan pemerintah dan seluruh anak bangsa.

Melalui momentum hari kelahiran Pancasila ini semoga menjadi evaluasi untuk pemimpin bangsa ini dalam memimpin Indonesia demi terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur sehingga para funding father kita yang telah gugur akan bangga dengan apa yang telah mereka tanamkan dan lahirkan ideology bangsa Indonesia ini.

Semoga bangsa Indonesia menjadi makmur dan sejahtera. Nusantara Bangkit.

Penilis adalah : Ketua Bidang Ekonomi Pembangunan PB HMI Periode 2018-2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here