400 Peserta Semarak Mengikuti Mancing Selat Sunda di AKCF

Peserta Lomba Mancing Selat Sunda di AKCF saat menerima hadiah. @Liputanbanten

Serang, Liputanbanten.co.id – Lomba mancing selat sunda sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Anyer Krakatau Cultur Festival (AKCF) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Minggu (2/9) berlangsung meriah. Ada sebanyak 400 peserta dari berbagai daerah antusias memperebutkan total hadiah senilai Rp 112.500.000.

Wakil Bupati Serang, Pandji Tirtayasa mengatakan, lomba mancing ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan, dimana dari sebelumnya yang semula hanya mencapai 250 peserta sekarang mencapai 400 orang peserta. Lomba mancing ini terbagi dalam berbagai kelompok, yakni kelas nelayan motor, nelayan katir, dan hobi.

“‎Kemudian sekarang penilaian juga tidak hanya perolehan tangkapan, tetapi juga perahu hias,” kata Pandji saat ditemui di Pelabuhan Paku, Kecamatan Anyer usai sambutan.

Ia menuturkan, lomba mancing di AKCF ini didorong menjadi even wisata skala nasional. Oleh karena itu, pihaknya juga akan mensosialisasikan terhadap‎ para penggemar mancing bahwa setiap tahun di bulan Agustus-September di Kabupaten Serang ada event mancing nasional.”Sekarang ini AKCF itu kita jadikan kalender wisata nasional, sedangkan kalender wisata regionalnya nanti bedol bendung pamarayan,” tuturnya.

Menurut Wabup, Kabupaten Serang mempunyai potensi laut yang menjadi kekuatan ekonomi dengan panjang pantai sekira 60 kilometer. Potensi wisata tersebut menurutnya bisa menggerakan ekonomi masyarakat.”Melalui lomba mancing yang menjadi ikon AKCF, Pemkab Serang ingin mengajak wisatawan menikmati keragaman potensi di Anyer, yang tidak hanya potensi pantai,” tuturnya.

Pandji pun sangat mengapresiasi peserta yang berasal dari sejumlah daerah luar Banten yang turut serta meramaikan. Ia berharap, para peserta dari luar daerah Banten tersebut ikut mempromosikan AKCF serta potensi wisata di Kabupaten Serang. “Kami tidak hanya sekedar menggelar lomba mancing , tetapi juga disisipi dengan misi menjaga laut. Sehingga, peserta terlebih dahulu diberikan paparan tentang cara memancing yang ramah lingkungan dan menggunakan alat-alat yang ramah lingkungan,” ujarnya

Pandji juga berharap melalui lomba mancing ini, dapat menjadi energi semangat bagi para nelayan. Menurutnya, nelayan harus terus dikembangkan karena menjadi salah satu profesi yang membantu perekonomian masyarakat secara umum. “Jangan sampai nelayan alih profesi,” pungkasnya.

Ketua Pelaksana AKCF, Agus Erwana menuturkan, beberapa event rangkaian AKCF telah dilaksanakan, yakni Ngagurah Dano dan lomba mancing. “Anyer memiliki potensi wisata yang besar dan melalui event ini diharapkan bisa mendongkrak potensi wisata agar bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas,” ujarnya.

Kata Agus, AKCF sudah menjadi agenda rutin setiap tahun yang dilakukan Pemkab Serang dengan rangkaian kegiatan sebagai bahan sosialisasi diluar. “Setelah ini, juga akan adakan AKCF Expo di halaman Pendopo Kabupaten Serang yang akan menampilkan pameran pembangunan dan pagelaran kesenian,” tuturnya.

Adapun pemenang lomba mancing sendiri antara lain kategori hobi diperoleh oleh Rio yang mendapatkan ikan kue mangnyun dengan berat 32 kg, kategori katir didapatkan Mad Isa jenis ikan ayam-ayam 3,15 kg, kategori nelayan motor diperoleh Eng Kan jenis ikan Lapeh berat 0,80 ons.

Lomba mancing selat sunda sangat meriah karena diisi juga oleh lomba perahu hias. Uniknya, tidak hanya perahu yang dihias, juga terdapat para perempuan yang bersolek layaknya bidadari yang ikut dalam perahu. Kegiatan berjalan dengan lancar karena kerjasama cukup baik antara pihak Polri, TNI, dan Badan Penanggulangan Bencana. Lokasi mancing sendiri berada di perairan Pulau Sangiang dengan memperhatikan keamanan Anak Gunung Krakatau (GAK) yang beberapa bulan lalu sempat erupsi. Namun saat lomba, pihak berwenang menyatakan dalam status aman. (Adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here