FKPT Banten Cegah Paham Radikalisme Melalui Medsos

Lebak, Liputanbanten.co.id – Bertempat di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Marjan Mulabaru Cipanas Lebak, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Banten menggelar Diskusi Publik, Jum’at (30/8/2019).

Ketua FKPT Provinsi Banten Brigjen Pol (Purn) Hj. Rumiah Kartoredjo mengatakan, setiap manusia yang terdoktrin menjadi teroris diantaranya, mereka yang sedang mencari identitas.

Kedua lanjutnya, mereka yang membutuhkan  perasaan  kebersamaan. Kelompok teroris pandai memanfaatkan para remaja yang sedang galau terhadap kondisi emosionalnya.“Intinya mereka ingin mencari kebersamaan keluarga yang kadang tidak mereka dapatkan di keluarga intinya,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan Rumiah, mereka yang menaruh simpati pada kelompok radikal-teroris terpapar melalui internet, dimana banyak remaja yang menghabiskan waktu di media online yang menyajikan konten-konten yang memprovokasi dan menyebar kebencian

Ketua panitia pelaksana kegiatan, Toni Anwar Mahmud yang juga Ketua Bidang Media Massa, Sosialisasi dan Hubungan Masyarakat FKPT Provinsi Banten mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari rencana kerja FKPT Provinsi Banten Tahun 2019.

“Data BPS Provinsi Banten menyebutkan, 70,60% masyarakat Banten atau 8.615.422 jiwa memiliki telepon seluler dari total jumlah penduduk Banten tahun 2016 sebanyak 12.203.148 jiwa,” katanya.

Kota Tangerang Selatan menjadi wilayah yang penduduknya terbanyak memiliki HP, yakni mencapai 82,81 persen, disusul Kota Cilegon 78,66 persen, kemudian Kota Tangerang 78,20 persen.

“Sebaliknya, Lebak dan Pandeglang menjadi wilayah yang penduduknya sedikit memiliki HP. Selanjutnya 94,46% masyarakat Banten mengakses Internet dari Ponsel,” tegasnya.

Selanjutnya toni mengatakan, kegiatan diskusi yang dihadiri sekira 100 anggota masyarakat yang terdiri dari tokoh pemuda, guru dan pelajar yang aktif menggunakan sosial media.

“Penyebarluasan berita bohong, ujaran kebencian, dan informasi negatif lain yang terjadi terus-menerus melalui berbagai platform media, di antaranya media sosial, mengakibatkan mudahnya masyarakat terpapar paham radikal terorisme,” katanya. (Lb/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here