Tampung Padi Lapor Bawaslu Soal Pemasangan APK Jokowi

Serang, Liputanbanten.co.id – Tim Advokasi masyarakat pendukung Prabowo-Sandi (Tampung Padi) kembali mendatangi kantor Bawaslu Provinsi Banten untuk melaporkan pemasangan spanduk Jokowi 2 periode di lingkungan pendidikan.
Tak hanya itu, Tampung Padi pun melaporkan Gapoktan Srimulya yang mendistribusikan beras dengan karung bergambar mirip Capres Jokowi.
“Masyarakat pendukung Prabowo-Sandi melaporkan 2 kasus ke bawaslu banten laporan tersebut diantaranya, pertama, pemasangan spanduk yang tidak sesuai PKPU di dilingkungan pendidikan, sekolahnya itu SMK Mulya Hati Insani di Warung Gunung, disana ada spanduk jokowi 2 periode,” kata Koordinator Tampung Padi, Ferry Renaldy, Rabu (3/10).
Ia menjelaskan, Sebagaimana diatur dalam UU dan aturan PKPU no 23 tahun 2018 pasal 34 ayat 2 huruf d dan pasal 76, tentang pelarangan APK di dilingkungan pendidikan. “terlapornya adalah kepala sekolah itu dan kita meminta bawaslu untuk memanggilnya,” jelasnya.
Sementara, untuk kasus tentang adanya karung beras cilulet bergambar mirip jokowi yang mana pembagian tersebut dilakukan di daerah Kabupaten Lebak, Rangkasbitung. “Kita¬† laporankan gapoktan srimulya dan Kementrian Pertanian agar tidak menerbitkan karung beras seperti itu karena ini melanggar PKPU no 23 thun 2018 pasal 70 dan UU no 7 tahun 2017 pasal 282 junto pasal 547 dan disitu ada ancaman pidanan,” terangnya
Iapun meminta kepada Bawaslu Banten untuk segera menindaklanjuti laporan tersebut. “Kita meminta Bawaslu Banten untuk menginvestigasi dan menindak Gapoktan dan Kementrian Pertanian untuk tidak menerbitkan ciluet gambar mirip salah satu calon presiden,” tandasnya. (Lb/Ar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here