P2TP2A Lebak Dampingi Anak Korban Kekerasan Seksual

Ilustrasi pencabulan anak. (Dok/Net)

Lebak, Liputanbanten.co.id – Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Lebak mendampingi anak  korban kekerasan seksual yang ditangani kepolisian, Kasus kekerasan anak yang tersebar di empat kecamatan, yakni  Warunggunung, Cikulur, Cirinten dan Cileles. Hal ini disampaikan Ketua  P2TP2A Kabupaten Lebak Ratu Mintarsih, Jumat Lalu.

“Ada empat kasus  Kekerasan seksual terhadap anak di empat kecamatan, dan kami melakukan pendampingan pada para korban,” katanya.

Para korban kejahatan seksual anak ada yang mengalami pemerkosaan dan pencabulan serta pedofil. Pelaku kekerasan seksual dilakukan orang dekat,bahkan diantara pelakunya terdapat pamannya sendiri.

Mereka pelaku kejahatan tersebut tengah diproses secara hukum karena mereka melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak. Meski kekerasan seksual anak itu terdapat pelakunya berusia anak, namun tetap bisa diproses secara hokum. Namun, pelaku seksual yang dilakukan usia anak tentu berbeda dengan tindak pidana orang dewasa.

Para pelaku kejahatan yang dilakukan anak maka dikenakan UU Perlindungan Anak.

“Kami terus mengawal kasus kekerasan yang menimpa anak-anak diproses secara hukum karena korbannya masih anak di bawah umur,” Ujarnya.

Menurut dia, P2TP2A mendampingi juga mengawal proses hukum mulai dari kepolisian hingga pengadilan, Selain itu para korban mendapat rehabilitasi agar tidak mengalami trauma maupun rasa ketakutan. [Lb/Red]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here