Hentikan Hoaks, Facebook Gandeng Kemitraan

Ilustrasi

Jakarta, Liputanbanten.co.idFacebook terus berupaya menghentikan penyebaran berita palsu atau hoaks. Salah satu strategi yang dilakukan adalah menjalin kemitraan dengan third-party fact-checking, pihak ketiga untuk memastikan fakta.

Product Manager on News Feed pada Facebook, Tessa Lyons, menjelaskan, upaya ini memberikan kemajuan besar dalam membatasi penyebaran artikel yang dianggap palsu. “Kami pun tengah memperluas upaya kami tersebut,” ujarnya, Rabu (4/4).

Cara kerjanya, menggunakan sinyal, termasuk masukan dari pengguna Facebook, untuk melakukan prediksi atas berita yang mungkin palsu untuk ditinjau lebih jauh oleh pemeriksa fakta. Ketika pihak ketiga ini menyatakan sebuah postingan adalah palsu, pihak Facebook akan mengurangi distribusinya di News Feed secara signifikan hingga 90 persen.

Tim Facebook akan memberi notifikasi kepada pengguna yang telah menyebarkan postingan tersebut sebelumnya. “Kami juga memperingatkan pengguna yang berniat menyebarkan berita palsu itu,” tutur Lyons.

Bagi pengguna yang masih menemukan berita tersebut, mereka akan menerima informasi lebih mengenai hasil tinjauan dari pemeriksa fakta di bagian Artikel Terkait. Facebook menggunakan informasi dari pemeriksa fakta untuk mengembangkan model machine learning guna menangkap postingan yang berpotensi menjadi berita palsu.

Lyons mengatakan, target upaya ini tidak hanya postingan individu, juga terhadap Pages dan Domains yang menyebarkan berita palsu secara berulang kali. “Kami mengurangi kesempatan mereka untuk beriklan dan memonetisasi serta menghentikan pergerakan mereka untuk meraih audiens lain, berkembang, serta menghasilkan keuntungan dari audiens,” ucapnya. [Rep]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here