Soal Tungsura, KPU Kota Serang adakan Bimtek kepada 6.762 KPPS

Serang, Liputanbanten.co.id Mulai tanggal 3 – 12 Juni 2018 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Serang lakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemungutan dan Penghitungan Suara (Tungsura) bagi 6.762 personel KPPS yang tersebar di 966 TPS di 66 kelurahan dan 6 kecamatan se-Kota Serang.

Bimtek langsung dipandu komisioner KPU Kota Serang, yang mana nanti setiap komisioner KPU akan datang langsung ke Kelurahan saat PPS mengumpulkan 7 anggota KPPS dari TPS yang ada di wilayahnya.

“Bimtek disetting maksimal 3 jam. Alur utama bimtek nanti dimulai dengan pemutaran video simulasi tungsura, dilanjutkan dengan materi, dan terakhir diskusi kelompok pengisian formulir Model C.1-KWK. Titik tekannya nanti ada di pengisian form C.I” kata Divisi Teknis KPU Kota Serang Fierly Mubriat Mabruri dalam keterangan tertulisnya, Kota Serang, Senin (4/6)

Fierly menjelaskan materi bimtek akan difokuskan pada norma baru tungsura. Utamanya tentang kewajiban pemilih membawa KTP Elektronik dan atau Surat Keterangan (Suket) yang masih berlaku  ke TPS dan memperlihatkannya ke petugas KPPS 4 dan 5 yang berada di pintu masuk TPS. Norma itu baru akan dilaksanakan pada pilkada 2018 sehingga butuh adaptasi dan pemahaman yang utuh dari KPPS.

“Secara ketat dan detail, kami kawal betul bimtek tungsura ini. Hal yang sama kami lakukan ke tim kampanye paslon. Kami sudah melakukan rapat koordinasi bersama seluruh tim kampanye semata untuk menyamakan persepsi soal norma baru tungsura ini” kata Fierly.

Ketua KPU Kota Serang Heri Wahidin menegaskan, kebijakan komisioner mengisi materi bimtek tungsura KPPS itu semata untuk menghadirkan prinsip administrasi pemilu yang sempurna.

“Berdasarkan pengalaman, masih saja ada KPPS yang keliru mengisi form C.1 masih ada form C.1 yang banyak coretan. Bahkan ada C.1 yang tidak sama antara C.12 yang dipegang saksi paslon dengan C.1 yang diterima oleh KPU. Hal-hal seperti ini akan kita minimalisir lewat bimtek. Termasuk tata kelola logistik di TPS,” tegasnya

“KPPS harus paham betul mana logistik yang harus dimasukkan dalam kotak, mana yang harus di luar, baik sebelum maupun sesudah pemungutan suara. Mengingat muara pilkada itu ada pada hari H di TPS, maka kami sangat berkepentingan menciptakan pemahaman yang utuh kepada KPPS,” tandasnya (Lb/Ar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here