Curhat Wakil Walikota Serang, Kenaikan Iuran BPJS Rugikan Keuangan Daerah

Wakil Walikota Serang Subadri Ushuluddin, Rabu (4/09/2019) @Foto:Abdul/Liputanbanten.co.id

Serang, Liputanbanten.co.id – Kenaikan iuran premi BPJS Kesehatan dikeluhkan Pemerintahan Kota Serang. Anggaran yang kecil diakui membuat pemerintah daerah tak bisa berbuat banyak.

Bahkan Wakil Walikota Serang Subadri Ushuluddin atas naiknya iuran BPJS. Pasalnya, sampai saat ini anggaran belanja untuk Kota Serang masih terbilang kecil.

“Dilematis lah, karena dana tidak ada untuk penambahan dan ini tidak mudah untuk diselesaikan seperti membalikkan kedua belah telapak tangan. Apalagi iuran BPJS yang naik dan berdampak pada pemangkasan PBI itu belum di bahas,dan APBD-P nya sudah diketuk palu,” kata Subadri saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (4/09/2019).

Dikatakan Subadri, pemkot belum bisa menentukan solusi konkrit. Namun untuk gambaran sementara pihaknya akan memangkas anggaran yang dinilai kurang mempunyai dampak positif besar bagi masyarakat. Tapi pemotongan itu tidak menjamin bisa menutupi iuran BPJS yang naik dua kali lipat.

“Paling mentok-mentok kita akan memangkas anggaran yang sedikit dampaknya bagi masyarakat tapi lagi-lagi kalau nanti ada pemangkasan dikarenakan saking tidak ada dana,” ujarnya.

Iapun menegaskan, kebijakan kenaikan iuran BPJS yang digulirkan Kementerian Keuangan RI berdampak pada stabilitas keuangan Pemerintah Daerah (Pemda).”Kebijakan kenaikan iuran BPJS merugikan keuangan daerah,” tegasnya.(Lb/Ar/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here