Putri Mahkota Kerajaan Denmark Berkunjung ke Keraton Yogyakarta

GKR Mangkubumi dan Mary Elizabeth Donaldson, Putri Mahkota Kerajaan Denmark saat berkunjung ke Keraton Yogyakarta, Rabu (4/12/2019).@Foto:Birgita/Liputanbanten.co.id

Liputanbanten.co.id – Mary Elizabeth Donaldson, Putri Mahkota Kerajaan Denmark, berkunjung ke Keraton Yogyakarta pada Rabu (4/12/2019). Putri Denmark ini disambut hangat oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X dan juga Ratu Hemas. Tampak pula beberapa putri keraton yang turut hadir menyambut.

Kunjungan kali ini rupanya juga menandai peringatan 70 tahun hubungan bilateral antara Indonesia dengan Denmark. Selain itu pula, ada beberapa agenda penting yang dihadiri Putri Mahkota Denmark di antaranya kunjungan dalam kapasitas sebagai patron United Nations Fund for Population Activities (UNFPA).

“Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan 70 tahun hubungan bilateral antara Indonesia dan Denmark. Data hubungan bilateral sudah 70 tahun dari dua negara,” pungkas Martin Suryo Mardyantoro selaku Fungsi Ekonomi Perdagangan KBRI Copenhagen.

Selain pertemuan ini, Suryo juga mengungkapkan bahwa Selasa (3/12/2019) malam juga telah diselenggarakan kick off event dimana ada peluncuran logo pemenang sayembara. Peluncuran tersebut meeupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Denmark di Jakarta bekerja sama dengan Kedutaan Besar RI di Copenhagen.

Agenda kehadiran Putri mahkota ini juga dalam kapasitas sebagai patron UNFPA. Kehadiran putri sendiri di UNFPA karena salah satu donatur terbesar merupakan negara Denmark.”Putri mahkota diundang untuk melihat kontribusi atau proyek-proyek yang dibantu oleh UNFPA” ujar Suryo.

Selain berdialog, dalam kunjungannya ke beberapa tempat, Putri Denmark juga melakukan kunjungan ke beberapa tempat. Yogyakarta menjadi salah satu tempat yang dikunjungi oleh putri mahkota denmark lantaran ada banyak proyek-proyek UNFPA di Yogyakarta.

“Ini tadi juga kunjugan ke puskesmas Tegalrejo bicara mengenai akses kesehatan reproduksi bagi generasi muda. Karena kan UNFPA outri mahkota sebagai patron dan ia hendak melihat sendiri. Iatilahnya melihat kontribusi yang diberikan Denmark,”imbuhnya.

Terkait kontribusi yang dimaksud Suryo merupakan dukungan dana yang diberikan oleh internasional dari banyak negara yang termasuk dalam PBB. Denmark sendiri menjadi salah satu negara yang menjadi kontributor terbesar kedua khusus untuk UNFPA.(Lb/Kmp/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here