Pekan Depan, Warga Badui Panen Padi Huma

Leuit tempat warga badui menyimpan hasil panen padi huma. @Foto: Ant/Liputanbanten.co.id

Lebak, Liputanbanten.co.id – Belum lama lagi, warga badui dalam, Kabupaten Lebak mulai menikmati masa panen hasil tani.”Kita pekan depan secara serentak sudah memasuki panen padi huma,” ujar Sarman (60), seorang petani Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Selasa (5/3/2019).

Panen padi huma tahun ini dinilai bagus karena relatif kecil serangan hama maupun penyakit tanaman padi huma. Kemungkinan besar panen padi huma seluas satu hektare cukup membantu persedian pangan keluarga. Saat ini, kata dia, dirinya belum pernah membeli beras karena setiap panen padi huma menyimpan gabah di gudang “leuit” atau lumbung pangan.

Apabila, persedian beras habis maka gabah yang disimpan di gudang leuit itu dijadikan beras.”Kami sangat terbantu persedian pangan keluarga melalui panen padi huma itu,” katanya menjelaskan.

Menurut dia, panen padi huma bagi masyarakat Badui menjadikan tradisi bercocoktanam sesuai adat dan tidak boleh di lahan persawahan. Mereka petani Badui menanam padi huma di lahan-lahan perbukitan juga selalu berpindah-pindah agar tanaman padi tumbuh subur dan menghasilkan panen.

Petani Badui memanem padi huma selama enam bulan dari hari setelah hari tanam, karena menggunakan benih lokal. “Kebanyakan panen padi huma itu dari tanam September 2018,” ujarnya menjelaskan.

Santa, (45) seorang petani Badui mengatakan dirinya siap melaksanakan panen padi huma pada pekan depan karena gabah padi sudah menguning.

Panen padi huma di lahan milik Perum Perhutani itu seluas 1,5 hektare dan diperkirakan bisa menghasilkan tiga ton gabah kering pungut (GKP).”Kami merasa lega panen padi huma cukup bagus,sehingga dapat membantu persedian pangan keluarga,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak Dede Supriatna mengatakan pemerintah daerah mengapresiasi petani Badui karena persedian pangan melimpah dengan penduduk 11.600 jiwa itu. Mereka petani Badui didasarkan kearifan lokal dengan tanam di lahan-lahan perbukitan.

Selama ini, masyarakat Badui tercatat memiliki 4.000 lumbung pangan dan belum pernah terjadi kehabisan gabah dari hasil panen padi huma. Karena itu, masyarakat Badui hingga kini mempunyai ketahanan pangan yang kuat. “Kami belum pernah mendengar masyarakat Badui mengalami krisis pangan,” katanya. (Lb/Ant/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here