Warga Petir 15 Tahun Hidup Dipasung

Serang, Liputanbanten.co.id ‎ – Salah seorang Warga Kampung Kadu Manggu, Desa Seuat, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Khudroni (38),  selama 15 tahun hidup terpasung. Dia terpaksa hidup dipasung lantaran sejak menderita gangguan jiwa kerap mengamuk‎.

Khudroni dipasung diruangandibelakang rumah orang tuanya  Juhdi (61) dan Jubaedah (57) ‎dengan menggunakan dua batang kayu.‎ Ruangan yang ditempati Khudroni hanya beralaskan tanah, dan tak ada pintu.

Saat ditemui dikediamannya, Ayah Khudroni, Juhdi menceritakan bahwa anaknya tersebut menderita gangguan jiwa‎ sejak pulang bekerja di sebuah perusahaan ikan tuna di Muara Baru, Jakarta. Sepulang kerja anak pertamanya tersebut kerap melamun dan berdiam diri.

“‎Asal muasalnya gak bisa nerangin, tahu tahu sudah begitu (Menderita kejiwaan-red) saja. Dari Jakarta dianterin kesini (ke kampung halaman-red) sudah kena. Dulunya kerja di ikan tuna, di Muara Baru, Jakarta” katanya kemarin.

Juhdi mengaku sudah pernah membawa anaknya tersebut untuk berobat jalan ke Rumah Sakit Jiwa di Grogol. Namun ‎obat yang diberikan oleh dokter baru dua kali di minum, sementara sisanya tanpa sepengetahuan dibakar oleh Khudroni.”Dikasih obatnya buat satu bulan, tapi gak sempat ke makan semua,” katanya.

Namun, Juhdi selalu melakukan berbagai upaya seperti pengobatan alternatif agar Khudroni‎ sembuh dari sakitnya. Ia pun mengaku pernah kedatangan tenaga medis dari Puskesmas memberikan bantuan pengobatan, namun sampai saat ini kondisinya belum membaik.”Kemarin ada dari Puskesmas ngasih obat, mudah-mudahan bisa sembuh,” katanya.

Ia mengungkapkan, Khudroni terpaksa dipasung lantaran kerap mengamuk‎ dan menghancurkan rumah beserta isinya. Bahkan kerap kabur ke kebun dan sawah.

“Kalau ada yang mengganggu suka mengamuk, menghancurkan kaca, jendela, segala perabotan didapur seperti piring, baskom, kursi dan meja hancur,” katanya‎. [Lb/Yna]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here