Distan Kota Serang Rencanakan Ubah Pola Komsumsi Beras ke Umbi-umbian

Kadis Distan Kota Serang, Edinata, Kamis (5/9/2019).@Foto:Abdul/Liputanbanten.co.id

Serang, Liputanbanten.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Dinas Pertanian (Distan) akan menggantikan komsumsi beras dengan umbi-umbian maupun singkong. Rencana itu dilakukan guna mengantisipasi kemarau panjang yang akan melada pada tahun 2020 mendatang.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Serang, Edinata mengatakan, pergantian komsumsi beras ataupun nasi menjadi non terigu, adalah untuk menghilangkan kebiasaan masyarakat Kota Serang yang biasa memakan nasi. Karena nasi memiliki kadar gula tinggi dan juga lahan pertaniannya memerlukan air.

“Mensetnya harus¬† dirubah ini, karena untuk menuju masyarakat sehat dan memperkenalkan makanan khas Kota Serang. Kan bagus, kalau semua SKPD menyajikan makanan tradisional Kota Serang yang tidak berkimia. Sehingga membuat badan sehat, serta membantu meningkatkan pendapatan Kelompok Wanita Tani (KWT),” katanya, Kamis (5/09/2019).

Dipaparkan Edinata, komsumsi umbi-umbian maupun sejenis singkong di Kota Serang telah mencapai 81,9 persen, sedangkan untuk beras sudah berkurang mencapai 80 persen. “Kebiasaan masyarakat Kota Serang ini sedikit demi sedikit akan bisa dihilangkan dan kita masih terus berusaha¬† mengembangkan komsumsi umbi-umbian di Kota Serang,” jelasnya.

Adapun perantian bahan kebutuhan dasar bertujuan untuk mengedepankan makanan khas daerah Kota Serang yang berasalkan dari komponen pertanian tidak memakai air.

“Kita masih terus berusaha, untuk menjajakan makanan ciri khasan Kota Serang. Saat ini yang terkenal barulah Rabeg dan sekarang kita sedang mengemas makanan khas Kota Serang dari singkong, maupun jagung yang di olah menjadi makanan khas Kota Serang,” tandasnya.(Lb/Ar/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here