Pengangguran dan Kemiskinan Jadi PR WH-Andika

Mohammad Fikri.

Serang, Liputanbanten.co.id – HUT Provinsi Banten ke-18 menjadi hari sakral bagi masyarakat Banten. Namun dibalik kesakralan masih ada persoalan yang belum diselesaikan.

“Kita hari ini sedang menikmati bonus demografi yang luar biasa, hal tersebut bukan persoalan biasa jika tidak dipikirkan secara matang bonus demografi itu akan bermetamorfosa menjadi persoalan maha dasyat bagi kaum milenial Indonesia khususnya di Banten,” kata Politisi PKS Mohammad Fikri, Jum’at (5/10).

Ia menilai, Banten menduduki peringkat ke 2 pengangguran terbesar se Indonesia, ditambah dengan bonus demografi yang dirasa masih menjadi misteri yang tak kunjung mendapatkan jawaban dari Pemprov Banten.

“Dari sekian banyak solusi salah satu jalan keluarnya adalah sediakan dan perdayakan putra daerah disetiap lapangan kerja yang ada di Banten, jangan kemudian selalu diisi oleh TKA¬† tanpa sedikitpun memperhatikan putra asli daerahnya merintih hidup tanpa kepastian dan jaminan,” ungkapnya.

Menurutnya, jika hal tersebut berlarut-larut dibiarkan tanpa ada kepastian regulasi dan kebijakan yang diberlakukan pemerintan, niscaya ini tak akan merubah kedaan tenaga kerja putra daerah di fase bonus demografi dan akan terus memburuk keadaannya.

“Disini singkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah dipertanyakan, apakah kemudian mereka tak diam meliahat keadan faktual dan realitas yang ada,” tandasnya.

Maka, solusinya adalah dengan Kepastian regulasi-regulasi yang dibuat oleh pemerintah harus bisa menekan setiap investor yang akan berinvestasi di Banten, serta  menyediakan satu slot untuk memberdayakan putra daerah.

“Saya kira dengan adanya regulasi penekanan satu slot tersebut akan mengurangi angka pengangguran dalam fase bonus demografi yang sedang di rasakan oleh Indonesia, penekanan tersebut saya kira bisa ditekan sampe dengan angka 80%,” tegasnya. (Lb/Ar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here