BPPD Kabupaten Serang Nonaktifkan Ratusan SPPT

Saat evaluasi Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) triwulan ke empat di Aula Tb Suandi Kabupaten Serang, Selasa (04/12/2018).

Serang, Liputanbanten.co.id – Badan Pendapata dan Pajak Daerah (BPPD) Kabupaten Serang telah menonaktifkan 200 ribu Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT). Hal itu dilakukan dalam upaya merapikan data wajib pajak.

Kepala BPPD Kabupaten Serang Deddy Setiadi mengatakan, pada 2014 pihaknya diserahkan data PBB dari pusat. Dimana sejak 2015-2017 ternyata data yang valid hanya 200 ribu OP. Padahal pihaknya mendapatkan 700 ribu OP.

“Jadi selama itu kita hanya bergelut dengan perbaikan data,” ujarnya. Deddy mengatakan, untuk menertibkan data tersebut, pada tahun 2018 ini, pihaknya sudah menonaktifkan 200 ribu SPPT.

“Itu yang tidak bayar selama lima tahun berturut-turut. Paling banyak yang enggak bayar itu buku 1, 2, 3, kalau yang 4, 5 bayar mereka,” katanya. (Lb/Yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here