Ratusan ‎Hektar Padi di Kabupaten Serang Terancam Hama WBC‎

Petani sedang menggarap sawah. (Dok. Liputanbanten)

Serang, Liputanbanten.co.id – Seluas 815 hektar lahan pertanian padi yang tersebar di 11 kecamatan di Kabupaten Serang, yakni Padarincang, Baros, Petir, Tunjungteja, Cikeusal, Jawilan, Kopo, Waringin Kurung, Anyer, Pontang dan Lebakwangi terancam serangan  hama wereng batang coklat (WBC).‎ Hama tersebut migrasi dari kabupaten/kota lain di Banten akibat cuaca yang tidak menentu.

Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) pada Dinas Pertanian Kabupaten Serang, Tata Juarta mengatakan,‎ bahwa ancama serangan hama WBC tersebut yang paling banyak di Kecamatan Lebakwangi seluas 355 hektar dan Pontang seluas 300 hektar.

“Sampai sekarang kami bekerjasama dengan dinas pertanian provinsi melalui UPTD BPTPH (Balai Pr‎oteksi Tanaman Pangan dan Holtikultura) melakukan gerakan secara masal, gerakan ini difasilitasi pestisidanya itu dari BPTPH melalui brigade proteksi tanaman pangan,” kata Tata saat ditemui diruang kerjanya belum lama ini.‎

‎Selain itu, ia juga mengaku membuat empat posko, antara lain posko pertama di Kecamatan Kramatwatu atau serang barat mencakup penanganan wilayah Pulo Ampel, Waringkurun, Anyer, Mancak, Gunungsari dan Bojonegara. Posko Serang utara di Kecamatan Pontang meliputi Ciruas, Lebakwangi, Tirtayasa. Posko Serang timur di Kecamatan Cikande meliputi Kragilan, Kibin, Bandung, Pamarayan, Kopo, Jawilan, Carenang dan Binuang.

Kemudian untuk serang selatan adalah di Kecamatan Baros meliputi Tunjungteja, Petir, Cikeusal, Barosan, Paburan, Padarincang dan Cinangka.”Kondisi sekarang ini cuacanya sangat memungkinkan untuk berkembangnya OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)  WBC itu,” katanya.

Ia menuturkan, bahwa pada kondisi cuaca yang tak menentu seperti sekarang ini tidak menutup kemungkinan akan memicu munculnya hama penggereka batang dan tikus. Namun demikian sampai saat ini belum ada yang sampai puso.

“Yang jelas saat ini kita warning hama WBC,‎ sudah masuk ke berat, mendekati ke puso, usia tanam ada yang kisaran satu minggu sampai 60 hari. Ke taman-teman petani dilapangan, dan juga petugas agar diprioritaskan pengamatan mingguan yang lebih intensif,” tuturnya. [Lb/Yna]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here