Kapolda Minta Nelayan Tidak Gunakan Bom Ikan

Kapolda Banten Brigjen Boy Rafli Amar menyampaikan keterangan hasil pengungkapan berbagai kasus kejahatan di wilayah hukum Polda Banten, Mapolda Banten, beberapa waktu lalu. (Foto: Dok/Liputan Banten/Lukman)
Kapolda Banten Brigjen Boy Rafli Amar menyampaikan keterangan hasil pengungkapan berbagai kasus kejahatan di wilayah hukum Polda Banten, Mapolda Banten, beberapa waktu lalu. (Foto: Dok/Liputan Banten/Lukman)

Lebak, liputanbanten.com – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Banten Brigjen Boy Rafli Amar meminta nelayan tidak menggunakan bom ikan karena bisa merusak biota laut juga terumbu karang.

“Kami berharap nelayan tidak menggunakan bom ikan yang mengandung bahan peledak potasium dalam penangkapan ikan itu,” kata Boy Rafly Amar pada acara Green Action Polisi Sahabat Alam” di Kabupaten Lebak, Minggu (5/4).

Kapolda mengajak nelayan di Provinsi Banten tidak menggunakan alat tangkap bahan peledak bom tersebut. Mengingat Penggunaan bahan peledak bom ikan tentu dapat menimbulkan kerusakan alam juga habitat ekosistem lainnya.Sebab bom ikan bisa merusak biota laut dan terumbu karang yang ada.

“Kita berharap seluruh nelayan dalam upaya-upaya penangkapan agar tak menggunakan bom yang bisa merugikan. karena Penggunaan bom, selain merusak sumber kekayaan flora dan fauna laut juga membahayakan diri sendiri. ” katanya.

Dirinya menambahkan, nelayan yang menggunakan bom ikan bisa dijerat Undang-Undang darurat. Untuk itu, nelayan saat melaut lebih baik menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan.

mengingat potensi pantai Banten yang panjangnya mencapai 500 kilometer terdapat kekayaan biota laut yang harus dilestarikan. (red/Iqb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here