Satpol PP Usir Pedagang Alun-Alun

Sejumlah anggota Satpol PP saat mengusir pedagang di sekitar Alun-alun Rangkasbitung, Minggu (5/4/2015). (Foto: br)
Sejumlah anggota Satpol PP saat mengusir pedagang di sekitar Alun-alun Rangkasbitung, Minggu (5/4/2015). (Foto: br)

Lebak, liputanbanten.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lebak, Minggu (5/4), mengusir para pedagang yang biasa berjualan di sisi jalan sekitar Alun-alun Rangkasbitung. Hal itu dilakukan, lantaran dinilai keberadaan para pedagang tersebut mengakibatkan kondisi Alun-alun menjadi kumuh.

“Sisi jalan di sekitar Alun-alun Rangkasbitung dilarang dijadikan tempat berjualan. Hal itu ditetapkan Pemkab karena para pedagang tersebut kerap mengakibatkan kondisi Alun-alun menjadi kumuh,” kata Kepala Seksi Ketertiban Umum (Tibum) Satpol PP Lebak, Johan Rifai.

Untuk sementara ini, lanjut Rifai, pihaknya hanya sebatas melakukan pengusirannya saja. “Namun, bila pedagang tetap membandel, maka terpaksa barang dagangannya akan kami sita. Kami juga setiap hari, tepatnya pagi, siang dan sore hari, anggota kami akan mengitari Alun-alun untuk mencegah keberadaan para pedagang, ” tegasnya.

Hal senada dikatakan Kepala Seksi (Kasi) Penegakan Peraturan Daerah (Perda) Satpol PP Lebak, Muhamad Safei, mengatakan bahwa badan jalan sekitar Alun-alun Rangkasbitung dilarang untuk ditempati para pedagang. “Pedagang yang dilarang menempati sisi badan jalan sekitar Alun-alun, adalah pedagang makanan dan minuman ringan. Karena kedua jenis pedagang ini kerap mengakibatkan Alun-alun menjadi kumuh,” katanya.

(red/omn/br)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here