MUI Awasi Siaran Dakwah di Televisi

Jakarta, Liputanbanten.co.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menandatangani nota kesepahaman. Isinya mengenai pembinaan dan pengawasan siaran dakwah di televisi.

Menurut Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI, KH Cholil Nafis, sesuai isi MoU Nomor 3 tahun 2019 pada Pasal 4 ayat 3 menyebutkan bahwa penceramah dan pengisi program religi di televisi harus mendapat rekomendasi dari MUI.

“Pasal ini disepakati agar semua pengisi siaran Islam di televisi terkoordinasi dan ditingkatkan kualitasnya,” jelas Cholil, Senin (6/5/2019).

Menurut Kiai Cholil, mekanisme pemberian rekomendasi adalah dengan cara mendata seluruh penceramah yang mengisi di televisi. Kemudian akan diklasifikasi pada pengisi berpengalaman dan pengisi baru.

“Bagi yang sudah biasa mengisi di TV akan diundang untuk silaturrahim dan diminta berkomitmen untuk menjaga kualitas dakwah dan terkoordinasi dalam asosiasi da’i media TV,” beber dia.

Namun, lanjut Cholil, bagi penceramah TV yang baru akan diundang untuk mengikuti orientasi di akademi dakwah guna memahami tentang wawasan keislaman, wawasan kebangsaan, dan metode dakwah yang baik.

“Kemudian diminta komitmennya untuk dakwah yang mencerahkan dan berkomitmen kepada persatuan bangsa,” tambah dia.

Cholil Nafis menegaskan bahwa program ini bagian dari sinergi antara para da’i guna menyatukan metode dakwah yang efektif (taswiyatul manhaj) dan mengatur langkah-langkah dakwah yang produktif (tansiqul harakah).

“Diharapkan para da’i di media TV dapat menyampaikan dakwah yang rahmat bagi alam semesta (rahmatan lil’alamin),” tutup dia.(Lb/Kmp/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here