Cegah Radikalisme di Kampus, Menristekdikti Panggil Rektor

Menristek Dikti Muhammad Nasir. (Foto: Dok/Net)

Jakarta, Liputanbanten.co.id – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir mengatakan pihaknya akan memanggil semua rektor universitas negeri di Indonesia usai libur lebaran.

“Maka tanggal 25 (Juni) nanti saya akan kumpulkan semua rektor perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia untuk menyikapi radikalisme di dalam kampus,” kata Nasir di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (6/6)

Pemanggilan akan dilakukan pada hari Senin (25/6). Untuk itu Nasir berencana mendalami laporan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang menyebut ada sejumlah universitas negeri terpapar radikalisme.

Ia pun akan meminta universitas-universitas negeri untuk memperbaiki kurikulum. Nasir juga meminta rektor universitas mendata seluruh mahasiswa, staf, serta dosen yang terpapar radikalisme.

“Kurikulum kami perbaiki. Rektor saya minta mendata semua pegawai, dosen, dan mahasiswa mana yang terpapar radikalisme. Sebelum ditindak, ditanya dia mau kembali lagi atau tidak ke NKRI,” jelas dia.

Ke depan, data-data itu akan dikoordinasikan dengan BNPT dan BIN. Harapannya data tersebut membantu universitas melacak mahasiswa, dosen, atau stafnya yang terpapar radikalisme.

“Dari media sosial dan HP itu kita data. Kita bisa lacak hubungan apa dari sana. Untuk semua. Nanti mahasiswa baru sudah mulai itu kerja sama dengan BNPT dan BIN,” tutur Nasir. (Lb/dtk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here