Kecemasan Bisa Mematikan Gairah Untuk Bercinta, Bagaimana Bisa?

Ilustrasi bercinta(LuckyBusiness)

Liputanbanten.co.id — Cemas dan khawatir adalah hal yang wajar, terutama saat berhubungan intim untuk pertama kalinya. Namun, rasa cemas berlebihan dapat mengacaukan kehangatan di atas ranjang, bahkan bisa mematikan gairah seksual. Bagaimana bisa?

Seks seharusnya menjadi kegiatan yang menyenangkan, menguatkan ikatan batin, dan menghilangkan stres. Namun, baik itu perasaan cemas biasa maupun masalah psikologis yang lebih serius, cemas berlebihan akan mendinginkan panasnya aktivitas di atas tempat tidur.

“Semua jenis kecemasan bisa mengganggu kepuasan seksual,” ujar Laurel Steinberg, PhD, terapis seks dan profesor psikologi di Universitas Columbia.

Berikut adalah berbagai sebab bagaimana cemas berlebihan bisa memengaruhi kehidupan seks:

1. Menurunkan libido

Rasa cemas berlebihan dan ketakutan yang tidak masuk akal dapat membuat tubuh melepaskan hormon stres adrenalin dan kortisol dalam jumlah banyak.

Kombinasi keduanya dapat membuat kita semakin merasa stres, panik, dan gelisah. Cemas dan panik berlebihan juga dapat membuat kita mengalami hiperventilasi yang dapat menyebabkan serangan panik di tengah sesi bercinta.

Semua dampak negatif ini menghadang kerja hormon mood bahagia dan libido untuk merangsang gairah. Bila tubuh tidak mampu rileks dan menikmati rangsangan seks dengan baik, hal ini dapat menyulitkan seseorang mencapai orgasme dan merasakan kepuasan seksual.

2. Menurunkan kepercayaan diri

Pada akhirnya, dampak negatif cemas berlebihan ini akan menurunkan kepercayaan diri. Kita justru akan semakin memikirkan segala kekurangan fisik yang (mungkin) kita miliki.

Terlebih pada wanita, mereka akan lebih memperhatikan setiap detail bentuk tubuh yang dimiliki. Ambil contoh, mungkin ia menjadi lebih tidak percaya diri dengan tubuhnya, bagaimana aroma tubuh pada saat itu, dan lain sebagainya.

Memiliki citra tubuh yang negatif, meski sebatas bayangan, dapat menghambat kepuasan seksual selama berhubungan intim. Akibatnya, seks terasa hambar.

3. Merusak keintiman dengan pasangan

Jangankan untuk dekat secara emosional, rasa cemas dan takut berlebihan akan membuat seseorang tidak ingin bermesraan dengan pasangan secara fisik. Terlebih, jika gangguan kecemasan yang dimiliki berakar dari trauma kekerasan fisik atau seksual pada masa lalu.

Akibatnya, tubuh tidak akan merespons segala rangsangan yang diberikan sehingga tidak ada gairah yang muncul. Bahkan, hal ini juga berdampak pada penolakan untuk melakukan foreplay atau pemanasan sehingga justru menimbulkan suasana tegang dalam hubungan.

4. Menutup keterbukaan terhadap apa yang diinginkan

Jujur pada pasangan dapat membuat hubungan seksual berjalan mulus. Hal ini juga membuat pasangan saling memahami apa kemauan masing-masing dalam berhubungan intim.

Sebaliknya, orang yang diliputi rasa cemas akan merasa seolah-olah merasa sedang dalam bahaya sehingga menjadi lebih tertutup pada pasangan.

Kondisi ini dipengaruhi hormon adrenalin yang mengalir di dalam tubuh saat cemas. Akibatnya, kita akan sulit untuk berbagi fantasi seks yang diinginkan sehingga menjadi kehilangan gairah seksual.

5. Menjadi sulit orgasme

Respons seksual wanita yang sangat dipengaruhi oleh tingkat kecemasan adalah kesulitan mencapai orgasme. Sebab, gejala-gejala kecemasan, seperti ketegangan otot dan napas yang tersengal-sengal, dapat menghambat orgasme.

Rasa cemas yang berlebihan juga dapat menghalangi efek pelumasan pada organ intim dan membuat tubuh menjadi menegang, bahkan memicu vaginismus.

Vaginismus merupakan disfungsi seksual yang membuat otot-otot dasar panggul dan vagina menjadi tegang dan kontraksi sehingga menyulitkan proses penetrasi. Akibatnya, hubungan seks hanya akan menyisakan rasa sakit dan trauma pada wanita.

Cara mengatasi kecemasan sebelum berhubungan seksual

Sebagian besar kecemasan sebenarnya dapat diatasi dengan mudah. Akan tetapi, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengenali apa penyebab dan sejauh mana emosi tersebut dapat memengaruhi kehidupan seksual kita dan pasangan.

Setelah itu, cobalah bangun suasana hati agar tetap bahagia dan energik, contohnya dengan berjalan-jalan ke taman, berdansa, atau berolahraga.

Sebuah studi yang dilansir dari laman Cosmopolitan menunjukkan bahwa olahraga dapat meringankan efek samping antidepresan pada wanita, bahkan berpotensi mengembalikan hasrat seksual.

Jika rasa cemas dipicu oleh gejala gangguan kecemasan, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter atau psikolog untuk menjalani pengobatan yang tepat, misalnya dengan psikoterapi CBT, obat medis, maupun kombinasi keduanya.

Terlibat dalam aktivitas yang menyenangkan tidak hanya meningkatkan kebahagiaan dan mengurangi stres, tetapi juga membuat kita dan pasangan menjadi lebih dekat.

Segala aktivitas seksual akan jauh lebih memuaskan bila Anda berdua dalam kondisi bahagia dan suasana hati yang membaik dari sebelumnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here