Peringati IWD, Perempuan Mahardhika Berharap Rezim Jokowi-JK Berpihak Pada Kaum Tertindas

Jakarta, Liputanbanten.co.id – Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional (HPI), organisasi Perempuan Mahardhika akan menggelar aksi bersama Puluhan Organisasi lainnya yang tergabung dalam Parade Juang Perempuan Indonesia.

Sebelumnya, Peringatan Hari Perempuan Internasional (HPI) merupakan momentum besar dan bersejarah bagi perjuangan kaum perempuan serta rakyat.  Pada 1857 di New York, Amerika Serikat kaum perempuan buruh dengan gagah berani berjuang bersama seluruh klas buruh untuk menuntut perbaikan kondisi kerja, kenaikan upah, pengurangan jam kerja dan kesejahteraan.

Momentum tersebut yang kemudian menggema keseluruh penjuru negeri dan mampu menginspirasi perjuangan kaum perempuan dalam berbagai sektor. Momentum tersebut pulalah yang menjadi dasar peringatan Hari Perempuan Internasional. Hari di mana kaum perempuan membuktikan diri sebagai bagian dari perjuangan rakyat yang gigih dan pantang menyerah.

Akan tetapi kaum perempuan kembali dalam kedudukan dan situasi politik, ekonomi dan kebudayaan layaknya sebelum abad 18 silam yang mana perempuan Indonesia masih terdiskriminasi, mengalami kekerasan, pelecehan seksual, perbedaan upah, korban pengusiran akibat monopoli dan perampasan tanah, hingga menjadi korban perdagangan manusia.

Dalam aksinya tersebut, para demonstran mengusung tema Perempuan Bergerak Bersama Hentikan Diskriminasi, Kekerasan, Intoleransi, dan Pemiskinan.

Sementara itu, Sekertaris Nasional Perempuan Mahardhika, Mutiara Ika mengatakan, Kondisi serta situasi nasional saat ini masih belum berpihak kepada kesejahteraan dan kemerdekaan untuk perempuan dan kelompok rentan atau marginal di masyarakat.

“Hal itu mendorong berbagai kelompok masyarakat bergabung dalam Parade Juang Perempuan Indonesia untuk bergerak bersama dan menyuarakan penolakannya terhadap diskriminasi, kekerasan, intoleransi, dan pemiskinan terhadap perempuan dan kelompok marginal,” ujarnya saat dihubungi melalui WhatsApp, Rabu (7/3/18).

Selain itu, Ia juga memaparkan, Parade Juang Perempuan Indonesia yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat di antaranya buruh/pekerja, nelayan, kelompok penghayat, kelompok difabel, korban kekerasan HAM, dan LGBT, serta kelompok lainnya akan bergerak bersama pada hari Kamis (8/3) besok.

“Gerakan tersebut menyuarakan keprihatinan sekaligus seruan untuk mengatasi persoalan opresi terhadap perempuan dan kelompok rentan masyarakat. Parade Juang Perempuan Indonesia sekaligus memperingati hari perempuan sedunia,” kata Mutiara Ika.

Lanjutnya, Ia berharap Pemerintah dan DPR dapat melihat dengan lebih serius problem diskriminasi, pemiskinan, intoleransi yang berujung pada beragam bentuk kekerasan terhadap perempuan. [Lb/Ram]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here