Masyarakat Keluhkan Larangan Pembelian BBM dengan Jerigen

Ilustrasi. (Foto: Dok/Net)

Pandeglang, liputanbanten.com – Sejumlah masyarakat di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten, mengaku kesulitan mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Solar, terutama para nelayan. Pasalnya, sejumlah kios eceran tidak lagi bisa menyediakan BBM jenis tersebut lantaran adanya surat edaran pemerintah pusat tentang larangan pembelian BBM jenis Premium dan Solar menggunakan jerigen.

“Sudah tiga hari bensin tidak ada di kios eceran, katanya karena adanya surat edaran larangan pembelian menggunakan jerigen. Ya jadi terpaksa pakai Pertamax untuk motor saya. Kalau ke SPBU jaraknya lumayan jauh,” kata Rizal, Warga Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Sumur, kepada liputanbanten.com, Rabu (6/5/2016).

Hal senada dikatakan Kasman, nelayan warga sekitar, yang mengaku sangat terbebani dengan kebijakan dalam surat edaran tersebut. Dirinya berharap agar pemerintah menarik kebijakan tersebut sehingga biaya operasional para nelayan tidak menjadi besar.

“Kami hanya nelayan kecil, hasil tangkapan paling cukup untuk kebutuhan satu hari, kalau sehari saja tidak melaut bisa dibayangkan susahnya. Pakai Pertamax ini sangat membebani kami selaku nelayan kecil. Mudah-mudahan pemerintah bisa memperhatikan kondisi kami di sini.” ujarnya.

Sementara pihak SPBU setempat membenarkan adanya surat edaran tersebut. Namun pihaknya enggan memberikan keterangan lebih lanjut. “Ya benar pak tentang surat edaran tersebut. Namun saya tidak mempunyai wewenang untuk memberikan keterangan lebih lanjut, nanti bisa langsung ke Manajer,” kata staff SPBU Cibalung, saat dikonfirmasi liputanbanten.com.

Sebagai wilayah yang memiliki garis pantai yang cukup panjang, Kecamatan Sumur mencakup sedikitnya enam Desa. Kebanyakan warganya menggantungkan hidup sebagai nelayan dan bertani. Sementara di wilayah Banten Selatan hanya terdapat dua SPBU yakni di Kecamatan Cibaliung dan Kecamatan Panimbang. (Lukman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here