BNPT Dan FKPT Banten Gelar Workshop Pembuatan Film Pencegahan Terorisme

Tangsel, Liputanbanten.co.id – Bahwa dalam rangka pencegahan radikalisme dan terorsime bagi kalangan generasi muda khususnya pelajar, mahasiswa dan pemuda, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Banten,  menyelenggarakan kegiatan Workshop Pembuatan Film “Pelibatan Pelajar SMA & Sederajat Dalam Pencegahan Terorisme” dengan Tema Menjadi Indonesia” di Aula Rektorat Universitas Pamulang (Unpam) Tangsel, Kamis (7/06).

Acara yang dimulai pukul 09.00 Wib dibuka secara resmi oleh Sekretaris Utama (Sestama) BNPT Marsda TNI DR. Asep Adang Supriyadi, ST, MM. Dalam sambutannya, Adang menyampaikan pentingnya meningkatkan kewaspadaan nasional terhadap ancaman dan gangguan keamanan di negara ini. Termasuk didalamnya adalah terorisme.

“Salah satu upaya mencegah aksi radikaliseme di kalangan mahasiswa dan pemud harus melibatkan semua komponen bangsa, termasuk generasi muda”, ujar Asep dalam sambutannya.

Lanjutnya Asep, Lomba video pendek merupakan salah satu sarana bagi penyaluran bakat, minat dan potensi generasi muda ke arah yang positif dan produktif. Lomba video pendek ini dipertahankan dalam tiga tahun ini dan sudah terkumpul 1200 videeo dan ditonton oleh 22 juta orang.

Turut mendampingi Sestama, yakni Ketua FKPT Banten Brigjen Pol (Purn) Hj. Rumiah Kartoredjo, S.Pd, MH, Rektor Unpam Dr. H. Dayat Hidayat, MM, Perwakilan dari Pemprov Banten, Polda Banten, Pemkot Tangsel, Polresta Tangsel, Kodim 0506 Tangerang dan ketua Panitia Ikhwanudin Syarief yang merupakan Ketua Bidang Pemuda dan Perempuan FKPT Banten.

Sementara itu, dalam sambutannya, Rumiah menekankan tentang pentingnya kegiatan pencegahan terorisme di Banten, mengingat Banten mempunyai sejarah tersendiri dalam lintasan penanggulangan terorisme.

Banten masih masuk dalam kategori sedang atau menengah tingkat radikalismenya bahkan berpotensi menguat kembali (hasil survei nasional BNPT September 2017).

Hal itu sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Ikhwanudin Syarief selaku Ketua Panitia, bahwa salah satu alasan dilaksanakannya kegiatan ini di Tangsel karena dari 30 kejadian aksi terorisme di Banten, 23 kasus terjadi di Tangerang Raya (Kota dan Kab. Tangerang, Kota Tangsel), dan Kota Tangsel menempati urutan teratas.

Kemudian, karena Tangsel merupakan kota penyangga ibukota Jakarta sehingga menjadi sasaran antara (flying destination) para teroris yang hendak melakukan aksinya memasuki  ibukota Jakarta.

“Karena itu di Tangsel ada 2 kampus besar yakni UIN Syarif Hidayatullah dan Unpam yang mempunyai ratusan ribu mahasiswa, mempunyai nilai strategis jika pengembangan dan peningkatan wawasan kebangsaan dan Islam Keindonsiaan dapat dijadikan model bagi kampus2 lainnya di negara ini, sebagai upaya untuk mencegah radikalisme dan terorisme”. ujarnya.

Disisi lain Rektor Unpam DR. H. Dayat Hidayat, MM, selaku rektor memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada BNPT dan FKPT Banten yang telah mempercayai Unpam sebagai tuan rumah kegiatan workshop film tersebut.

Bahkan rektor akan selalu mendukung berbagai upaya dan kegiatan yang positif dan produktif bagi geneasi muda khususnya mahasiswa di Unpam. Rektor pun berharap agar Unpam mendapatkan perhatian dan pembinaan pelaksanaan program-program pencegahan radikalisme dan terorisme dengan membentuk semacam pusat studi kewaspadaan nasional atau pusat studi deradikalisasi.

Acara dilanjutkan dengan Deklarasi Damai Menjadi Indonesia yang dibacakan secara bergantian oleh siswa dan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Unpam. (Lb/Rilis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here