Ditreskrimsus Polda Banten Amankan Kikil Berbahan Kimia

Serang, Liputanbanten.co.id – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten berhasil mengamankan 4 drum yang masing-masing berisi 20 kilogram kikil berhidrogen proxida. Kikil tersebut berhasil diamankan di Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Senin (26/03).

Ditreskrimsus Polda Banten, Kombes Pol Abdul Karim mengungkapkan hasil olahan kikil tersebut diedarkan oleh pelaku ke beberapa pasar di daerah Pandeglang, seperti pasar Labuhan dan pasar Panimbang.

“Tindak pidana ini diduga dilakukan oleh W yang telah memproduksi kikil menggunakan bahan yang dilarang sebagai bahan tambahan pangan olahan kikil, kemudian diedarkan di pasar di Pandeglang dan Labuhan dengan harga Rp20 ribu,” ungkap Kombes Abdul Karim saat Press Release di Mapolda Banten, Kamis (07/06).

Lanjut Abdul Karim menjelaskan, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), hidrogen proxida atau H2O2 termasuk kedalam salah satu bahan yang berbahaya dan beracun.

“Dari keterangan ahli, bahwa proxida adalah oksidator kuat yang bersifat korosif,  jika masuk ke dalam tubuh melalui sistem pencernaan dapat mengakibatkan muntah dan luka lambung,” ujarnya.

Ia menuturkan, penanganan saat ini terhadap perkara tersebut, dilakukan proses penyidikan dan akan di tindak lanjuti, pasal yang diterapkan yaitu tindak pidana pangan pasal 136, pasal 74 UU 18 tahun 2012 tentang pangan.

“Barang bukti kita amankan semacam home industri satu tempat rumah, kita musnahkan secara langsung ditempat lokasi karena tidak bisa tahan lama,” tandasnya.

Atas Perbuatannya tersebut, tersangka di jerat dengan hukuman penjara paling lama 5 tahun atau denda 10 miliar. (Lb/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here