Revitalisasi Pasar Tradisional di Tangsel Tingkatkan Pendapatan Daerah

Tangsel, Liputanbanten.co.id – Revitalisasi pasar tradisional yang ada di Kota Tangerang Selatan diharapkan dapat meningkatkan pendapatan daerah. Dengan demikian, tidak hanya berdampak pada kesejahteraan para pedagang yang ada di pasar, namun juga kesejahteraan masyarakat.

Hal itu mengemuka dalam acara Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan di Ruang Rapat Kantor Disperindag Tangsel, Rabu (4/09/2019). FGD dilaksanakan dalam rangka penelitian yang berjudul.

“Analisis Pengaruh Revitalisasi Pasar Tradisional Terhadap Pendapatan Daerah Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten.” Adapun para peneliti yaitu Drs. Syamruddin, M.M, dan Ahmad Yani Nasution, Lc., M.Sy. Keduanya merupakan dosen Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Pamulang.

Dalam FGD tersebut hadir sebagai nara sumber yaitu Kepala UPTD Pengelolaan Pasar Ferdian Nuryadi Nugroho, S.E, Kasubag TU UPT Pasar Revi Charita, S.E, Kepala Pasar Bintaro H. Odih, Kepala Pasar Kita Pamulang Ardani, Kepala Pasar Jengkol Midih Beni, Kepala Pasar Jombang Odih Fajar H, Kepala Pasar Ciputat Permai Nasolihin, dan Dwi dari Pasar Ciputat.

Ferdian mengatakan, penguatan terhadap pasar tradisional yang ada di Tangsel akan terus dilakukan oleh Disperindag. Sebagai UPTD Pengelolaan Pasar, pihaknya berharap dengan adanya revitalisasi pasar maka nantinya akan berdampak pada peningkatan pendapatan daerah.

Sementara itu Ketua Peneliti Syamruddin mengemukakan, revitalisasi pasar memiliki empat prinsip yaitu fisik, manajemen,  ekonomi, dan sosial. Program revitalisasi pasar rakyat merupakan pelaksanaan dari Undang-undang nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan, pasal 13 ayat (1), (2) dan (3) yang mengamanatkan bahwa Pemerintah bekerja sama dengan Pemerintah Daerah melakukan pembangunan, pemberdayaan, dan peningkatan kualitas pengelolaan pasar rakyat guna peningkatkan daya saing dalam bentuk pembangunan dan/atau revitalisasi pasar rakyat; implementasi manajemen pengelolaan yang profesional; fasilitasi akses penyediaan barang dengan mutu yang baik dan harga yang bersaing; dan fasilitasi akses pembiayaan kepada pedagang pasar di pasar rakyat.

Selama ini lanjutnya, pendapatan daerah yang bisa diperoleh dari pasar tradisional baru sebatas retribusi. “Dengan adanya revitalisasi, maka potensi pendapataan daerah yang akan bisa digali antara lain dari pengelolaan perparkiran, pajak restoran, reklame, dan lain-lain,” tandasnya.

Hal senada diungkapkan oleh Ardani, bahwa revitalisasi akan membuka peluang yang sangat besar bagi berkembangnya bisnis dan peluang untuk berusaha di pasar tradisional. “Tentu dengan harapan manajemen, legalisasi, dan kepastian pengelolaan harus sudah dibenahi terlebih dahulu sebelum dilakukannya revitalisasi,” ungkapnya.

Sementara itu Midih Beni mengharapkan, konsep revitalisasi pasar yang akan diterapkan hendaknya tidak menghilangkan ciri khas pasar tradisional. “Justru dengan adanya revitalisasi akan memperkuat ciri khas pasar tradisional itu sendiri dan ciri khas daerah,” paparnya.

Sedangkan Nasolihin menilai konsep revitalisasi akan sangat menguntungkan para pedagang. Dari segi manajemen dan permodalan akan sangat mendukung bagi  pedagang untuk terus meningkatkan usahanya.

Pada akhir acara FGD, Syamruddin mewakili Unpam menyerahkan Piagam Penghargaan kepada para nara sumber. “Mudah-mudahan hasil dari penelitian   ini nantinya dapat menjadi masukan bagi Pemkot Tangsel untuk membuat kebijakan revitalisasi pasar tradisional yang ada di Tangsel,” ujarnya menutup acara diskusi. (Red/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here