Oknum Kepala Sekolah Di Lebak, Dilaporkan Cabuli 2 Siswi SD

Ilustrasi

Lebak, Liputanbanten.co.id – SJ (57) oknum Kepala Sekolah SDN 3 Cigemblong Kecamatan Cigemblong Kebupaten Lebak, yang diduga melakukan pencabulan terhadap dua orang siswi SD tersebut, telah ditahan pihak Polres Lebak pada Rabu (7/3/2018). Pelaku sendiri dijerat Undang-undang perlindungan anak.

Kasatreskrim Polres Lebak AKP Zamrul Aini mengatakan tersangka pencabulan terhadap dua orang siswi sudah ditahan di Makopolres Lebak. “Kemarin secara resmi sudah kita tahan, dan nantinya akan kita limpahkan ke Kejaksaan,” kata AKP Zamrul saat dihubungi wartawan, Kamis (8/3/18).

Ia menjelaskan, pelaku pencabulan tersebut dijerat Undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2014 atas perubahan Undang-undang Republik Indonesia nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Yakni pasal 76E yang berbunyi, setiap orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman ekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain.

Pasal 82 JO (Juncto) berbunyi, (1) Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76E dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah). (2) Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh orang tua, wali, pengasuh anak, pendidik, atau tenaga kependidikan, maka pidananya ditambah 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Sebelumnya diketahui, (SI) Oknum Kepala Sekolah SDN 3 Cigemblong Kecamatan Cigemblong Kabupaten Lebak dilaporkan ke Mapolres Lebak oleh Lukman warga Kampung Panyaungan RT01/RW01 Desa Panyaungan Kecamatan Cihara Kabupaten Lebak pada Jumat (2/3). Lukman merupakan orangtua dari Bunga (7 tahun) korban pencabulan yang diduga dilakukan oleh (SI).

Lukman mengatakan, modus menjalankan aksi bejatnya, pelaku memberikan uang antara Rp10ribu hingga Rp20ribu kepada dua korbannya yang saat ini masih kelas 2 SD di Kecamatan Cihara dan perbuatan cabul yang diduga dilakukan oleh (SJ) yang notanebe masih ada ikatan keluarga kepada kedua korban sudah berlangsung lama.

“Saya tahu pada hari Senin (26/2/2018) lalu, saya dikasih tahu istri saya ketika bercerita bahwa telah terjadi pelecehan seksual terhadap anak saya Bunga (7 tahun), dan anak adik dari isteri saya Mawar (7 tahun), keduanya kelas 2 SD di SDN 1 Panyaungan, dan terduga pelakunya adalah Oknum Kepsek SDN 3 Cigemblong,” ujar Lukman yang dimintai keterangan melalui via pesan WhatsApp. Rabu (8/3/18). [Lb/Ram]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here