Diduga Depresi, Wanita Hamil Tua di Lebak Gantung Diri

Foto: Ilustrasi gantung diri. (Dok/Net)

Lebak, Liputanbanten.co.id – Diduga karena depresi, Kayasih (29) warga Desa Girimukti, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak nekat melakukan bunuh diri dalam kondisi hamil tua. Ia menghabisi diri sendiri dengan cara gantung diri pada Minggu (7/5) sore.

“Itu diduga depresi. Menurut keterangan suaminya, iya (hamil) katanya,” ujar Kapolsek Cilograng AKP Suparwono saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (8/5/2017).

Suparwono mengatakan tubuh Kayasih pertama kali ditemukan oleh ketua RT setempat dalam keadaan tergantung di bagian belakang rumah dekat dapur. Di bagian leher, selendang warna merah tergantung di bagian kayu langit-langit rumah.

“Pas ditemukan sudah dalam keadaan kaku,” tambahnya.

Padahal menurut Suparwono dari keterangan suaminya, Kayasih masih mempersiapkan makan untuk anak dan suaminya bertani. Anaknya kebetulan masih duduk di kelas 2 sekolah dasar dan suaminya bekerja serabutan di ladang.

Namun, begitu menjelang sore, ketika suaminya datang, rumah dalam keadaan terkunci dari dalam. Karena penasaran, tambah Suparwono, warga dan keluarga mencari-cari Kayasih sampai sungai dan hutan. Dan sebagian orang yang mencari di sekitar rumah, melihat jasad Kayasih yang sudah tergantung.

“Sebelumnya juga tidak ada pertengkaran, itu diduga depresi,” katanya.

Keluarga besar dari Kayasih, menurut Suparwono menolak untuk dilakukan autopsi. Mereka sepakat menganggap kematian Kayasih dengan bunuh diri sebagai musibah.

“Kita mau autopsi keluarga menolak. Karena ini sudah dianggap musibah oleh keluarga maupun suaminya,” tegasnya. (Det)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here