Difitnah, PKS Tak Pernah Pasang Spanduk tentang Khilafah

Tangsel, Liputanbanten.co.id – Agus Winarjo, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera Kota Tangerang Selatan memastikan spanduk tentang Khilafah yang sempat beredar di media sosial dan media online bukan dari PKS, tapi dari pihak yang ingin mengadu domba PKS dengan masyarakat.

“Ada pihak yang ingin mengesankan ke masyarakat bahwa PKS anti NKRI melalui spanduk tentang Khilafah,” kata Agus saat dihubungi melalui telepon, Kamis (7/6) malam.

Agus menegaskan, pihaknya tidak pernah menginstruksikan ke struktur partai dan kader PKS untuk membuat dan memasang spanduk tentang Khilafah, apalagi di bulan Ramadhan ini. Karena kita memahami bahwa UUD 1945 merupakan konsensus yang sudah kita sepakati bersama sebagai konstitusi NKRI.

“Dan platform PKS sebagai partai politik dalam berjuang membangun bangsa sangat sesuai dengan amanah konstitusi,” ujarnya.

Lanjut Agus menjelaskan, jika kita membaca kembali Platform PKS, maka Platform PKS itu adalah sama dengan apa yang sudah tercantum dalam pembukaan konstitusi. PKS berkomitmen untuk senantiasa hadir menjadi Pelopor dalam merealisasikan tujuan bernegara yang sudah diamanatkan dalam pembukaan konstitusi.

“PKS sebagai salah satu entitas Partai Politik punya peran besar dalam merealisasikan tujuan hidup berbangsa dan bernegara. Dan patut kita catat, bahwa dalam konstitusi kita, Partai Politik itu punya tempat yang luar biasa,” jelasnya.

Jadi, bagi pihak-pihak yang ingin tahu lebih dalam tentang perjuangan PKS silahkan baca buku platform PKS. Karena buku ini sebagai panduan PKS dalam bekerja membangun bangsa, dan tidak ada bab yang menjelaskan tentang khilafah.

Agar insiden spanduk black campaign tersebut tidak terulang lagi, Agus memerintahkan kepada seluruh kader PKS khususnya tim pengamanan Kepanduan Tangerang Selatan untuk patroli di lapangan. Dan pihaknya juga akan melakukan upaya hukum jika terjadi dikemudian hari lagi.

“Upaya menjelekkan citra partai melalui fitnah, hoax, dan black campaign harus dihindari, jika ada pihak yang terbukti melakukan itu perlu dilaporkan ke pihak berwajib agar ada efek jera,” tegasnya.

Sementara Humas PKS Banten Yoga Utama menyesalkan tindakan provokatif yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Menurutnya, PKS sebagai partai politik yang sah telah mengakui Pancasila sebagai dasar negara. Dan itu sudah clear.

“Yang diperjuangkan PKS adalah bagaimana Indonesia menjadi negara yang berdaulat dan disegani bangsa lain. Dan yang terpenting lagi PKS selalu memperjuangkan Masyarakat yang adil dan sejahter. Jelas PKS tidak memiliki tujuan mengganti dasar negara menjadi khilafah. PKS meyakini bahwa Pancasila sudah menjadi kesepakatan semua kalangan ditengah kemajemukan Indonesia,” paparnya.

Yoga menjelaskan, mungkin ini bagian dari tahun politik bisa saja ada upaya dari pihak lain yang terancam dengan momentum 2019 yang bisa jadi menjadi milik PKS. Sehingga belakangan ini muncul opini yang berupaya menyudutkan keberadaan PKS.

“Bahkan beberapa hari terakhir ini muncul gerakan yang berupaya membubarkan PKS dari kancah politik nasional dengan tuduhan PKS bagian dari kejahatan terorisme di Indonesia. Ini jelas tuduhan keji dan salah alamat,” jelasnya.

Menurutnya, gerakan yang akan membubarkan PKS muncul setelah salah satu kader PKS menginisiasi gerakan #2019 Ganti Presiden. Setelah inisiasi gerakan Ganti Presiden banyak kalangan yang mendukung, Banyak gerakan yang menyerang PKS.

“Maka saya berpesan kepada masyarakat untuk jangan mudah menerima berita hoak yang memfitnah PKS. Dan kepada kader PKS untuk tetap solid dan jangan terprovokasi dengan ulah pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Saya harap kader PKS tetap fokus turun ke masyarakat dan mengadvokasinya,” tandasnya (Lb/Red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here