Stroke Bisa Dicegah dengan Gerakan Sederhana

Ilustrasi

Mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) mengadakan kegiatan senam antistroke kemarin (6/9). Itu untuk mengantisipasi banyaknya kasus stroke yang terjadi pada remaja.

Gerakannya cukup sederhana. Jalan di tempat, tepuk tangan, tepuk jari, menepuk pinggang, kaki jinjit, dan gerakan sederhana lain. Seluruh gerakan diulang beberapa kali. Mulai 2 x 8 hingga paling banyak 4 x 8 kali. ”Meski sederhana, manfaatnya luar biasa,” ujar instruktur senam Yesiana Dwi Wahyu.

Menurut dia, senam antistroke merupakan perpaduan latihan fisik dan mental. Yakni, memadukan antara gerakan bagian tubuh dan irama pernapasan. Kombinasi itu akan memunculkan dua dampak sekaligus. Tubuh yang telatih dan pikiran yang tenang.

Dosen Fakultas Keperawatan UWKMS tersebut menambahkan, frekuensi yang pas untuk melakukan senam itu adalah tiga sampai lima kali per minggu. Misalnya, Senin-Rabu-Jumat. Selanjutnya, waktu jeda dilakukan untuk recovery (pemulihan). ”Beri kesempatan tubuh untuk istirahat juga,” imbuhnya.

Selain melakukan senam antistroke, dia menganjurkan menjaga pola makan. Sebab, jika upaya senam tidak diimbangi dengan pola makan yang sehat, risiko terkena stroke masih tinggi. ”Hindari makanan berlemak. Banyak makan buah dan sayur,” paparnya.

Senam antistroke bukan hanya untuk orang yang berusia lanjut. Para remaja juga bisa rutin melakukan senam tersebut sebagai upaya pencegahan. ”Tidak tua, tidak muda, ayo jaga pola hidup. Makan sehat teratur, istirahat teratur, dan olahraga teratur,” tegasnya. (Lb/Jpnn)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here