SMKN 1 Kragilan Terapkan Ujian Berbasis Teknologi, Soal disediakan Melalui Aplikasi

Siswa SMKN 1 Kragilan sedang mengisi soal penilaian tengah semester dengan menggunakan handphone. Soal tidak lagi disedkan dalam kertas melainkan dalam aplikasi melalui program ujian berbasis teknologi, Senin (8/10/2018)

Serang, Liputanbanten.co.id – SMKN 1 Kragilan, Kabupaten Serang menerapkan ujian sekolah berbasis teknologi. Melalui program tersebut, siswa tidak lagi mengisi soal dalam kertas melainkan melalui online dengan menggunakan handphone android, atau komputer. Proses penerapannya mirip UNBK.

Kepala SMKN 1 Kargilan Untung Supriyanto mengatakan, ujian sekolah berbasis teknologi baru pertama kali dilakukan dan akan seterusnya diterapkan untuk ujian di internal SMKN 1 Kargilan.

“Pelaksanaan ujian sekolah melalui program berbasis teknologi lebih mudah dan praktis. Jadi guru tidak perlu lagi menyiapkan soal dalam bentuk kertas,” ujar Untung kepada Liputanbanten.co.id, Senin (8/10/1018).

Ia pun memastikan, di Provinsi Banten sekolah negeri baru SMKN 1 Kragilan yang menerapkan ujian berbasis teknologi. Upayanya mendorong itu semua tidak lain untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

“Ujian sekolah berbasis teknologi ini nyambung dengan kebijakan Pemprov Banten yang tidak membolehkan memungut biaya dari siswa. Kenapa ?, karna ujian sekolah berbasis teknologi tidak mebutuhkan anggaran banyak, tidak perlu anggaran untuk biaya print soal dan pembelian kertas. Sebab siswa bisa mengakses soal yang akan diisi dengan  menggunakan handphonenya sendiri,” ujarnya.

Secara detail, Wakasek Kurikulum SMKN 1 Kragilan, Supriatna menjelaskan, ujian berbasis teknologi digagas para guru. Melalui program tersebut siswa bisa mengisi soal ujian dengan menggunakan handphone yang memiliki aplikasi andorid, tablet, laptop dan juga netbook.

Dalam prakteknya, soal ujian bisa diakses melalui Google Chrome. Siswa langsung mengisi soal yang sudah disediakan. Lebih mantapnya, soal tersedia dengan acak. Sehingga, siswa satu sama lainnya tidak bisa mencontoh. “Sebab, setiap siswa mengisi soal yang berbeda dalam setiap urutan soal,” ujar Supriatna.

Program itu pun sudah mulai dilaksanakan dan pertama kali diterapkan pada penilaian tengah semester yang berlangsung sejak hari ini hingga Jumat, 12 Oktober 2018. Siswa mengisi soal dengan mengakses aplikasi yang sudah disediakan dan terdapat soal. Masing-masing siswa ada yang menggunakan handphone dan laptop.

Kata Supriatna, jika siswa sudah mengisi soal yang sudah disediakan, maka secara otomatis guru mata pelajaran mengetetahui hasil dari pengisian soal yang dilakukan siswa. Dengan demikian, guru terkait tidak perlu menghitung jumlah soal yang diisi secara benar dan tidak benar. “Secara otomatis guru bisa langsung mengetahui nilai yang didapat siswa,” ujarnya.

Hal itu bisa lantaran soal yang disediakan guru berikut dengan jawabannya diinput kedalam aplikasi melalui komputer dan soal diacak secara otomatis. Disebutkan Supriatna, jumlah soal yang disediakan di satu mata pelajaran dalam pelaksanaan penilaian tengah semester sebanyak 40 soal. Siswa diberikan waktu 60 menit untuk mengisinya. “Mudah dan cepat. Begitu siswa selesai mengisi soal, guru langsung mengetahui nilai yang didapat siswa,’ katanya.

Ditambahkan Supriatna, program ujian berbasis teknologi terus diterapkan internal SMKN 1 Kragilan disetiap pelaksanaan ujian sekolah. “Jumlah siswa kini ada 1296 siswa. Kebetulan sekolah memiliki tablet sebanyak 20, isabak 33, laptop asus 27 unit, acer 27 unit, dan fasilitas lainnya. Artinya kita bisa melaksanakan ini. Siswa juga bisa menggunakan handphone sendiri yang penting ada androidnya,” katnya. (Lb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here