Dipecat IDI, Dokter Terawan Masih Menjadi Tim Medis Kepresidenan

Jakarta, Liputanbanten.co.id – Mayor Jenderal (Mayjen) dr Terawan Agus Putranto, Seorang dokter tentara lakukan metode pengobatan tak biasa pada pasien stroke. Akibatnya, dokter tersebut dipecat oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Dokter Terawan adalah dokter ahli yang juga menjadi Kepala RS Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta serta Tim Medis Kepresidenan. Diketahui, dokter Terawan dianggap telah melanggar kode etik karena metode ‘cuci otak’nya dipersoalkan.

Bahkan, kejadian tersebut membuat Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko ikut berkomentar, menurutnya pemecatan dokter Terawan hanya pada masalah komunikasi, selain itu Moeldoko pun menyatakan dokter Terawan masih menjadi Tim Medis Kepresidenan.

“Saya memastikan bahwa Mayjen TNI dr Terawan Agus Putranto tetap sebagai Tim Medis Kepresidenan, Dalam kasus pemecatan dia oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Ikatan Dokter Indonesia, saya menilai akarnya pada masalah komunikasi,” ujar Moeldoko dalam akun Facebooknya, Senin (9/04).

Sebelumnya, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memberikan sanksi kepada dokter Terawan Agus Putranto berupa pemecatan selama 12 bulan dari keanggotaan IDI sejak 26 Februari 2018-25 Februari 2019.

Keputusan IDI tersebut diambil setelah sidang Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) PB IDI yang menilai Dokter Terawan melakukan pelanggaran etika kedokteran. [Lb/Ram]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here