Tolak Pertambangan di Lebak, Masyarakat Peduli Lingkungan Gelar Aksi Demo

Lebak, Liputanbanten.co.id – Puluhan masyarakat yang mengatasanamakan Paguyuban Masyarakat Peduli Lingkungan Lebak Utara menggelar Aksi Demo di depan Pendopo Bupati Lebak, Rangkasbitung, Senin (9/04).

Hal tersebut dilakukan karena aktivitas tambang pasir tersebut telah mengganggu aktivitas warga, serta menimbulkan polusi udara akibat debu dari lalu lintas pengangkut hasil tambang yang melewati jalan. Serta aktivitas pertambangan pasir yang telah menimbulkan kerusakan jalan sehingga menyebabkan jalan becek dan licin, serta membayakan bagi para pengguna jalan akibat dari lalu lintas pengangkut pasir basah.

Ketua Koordinator Kumala Riyad Fahmi Pamungkas mengatakan Kabupaten Lebak merupakan Kabupaten terluas yang ada di Provinsi Banten, dan memiliki potensi alam yang melimpah ruah, salah satunya bidang pertambangan.

“Tapi ketika ditinjau, banyak sekali permasalahan yang timbul akibat pertambangan galian c tersebut. dan kami menemukan ada kejanggalan terkait pelanggaran yang dilakukan oleh penguasaha tambang pasir di Kabupaten Lebak dengan tidak mematuhi Undang-undang yang berlaku di NKRI,” kata Fahmi saat di hubungi melalui WhatsApp, Senin (9/04)

Selain itu Fahmi menjelaskan dalam UU 1945 pasal 33 ayat 3 menegaskan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasa oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya hanya untuk kemakmuran rakyat.

“Mengingat kekayaan alam yang terkandung didalam bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, pengelolaannya yang dilakukan seoptimal mungkin, efesin, transfaran, berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Serta keadilan guna memperoleh manfaat sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat secara berkelanjutan. Tapi setelah dikaji kembali terhadap pertambangan pasir yang ada di wilayah Kabupaten Lebak dapat disimpulkan bahwa adanya indikasi pelanggaran terhadap undang-undang nomer 4 tahun 2009 tentang minerba,” lanjut Fahmi.

Pihaknya pun mendesak agar kepada Pemerintah Daerah dan Pemerintah Provinsi Banten untuk menutup aktivitas pertambangan pasir yang ada di Kabupaten Lebak dan menindak tegas truk bermuatan pasir basih yang melebihi kapasitas.

“Tadi kita sudah audiensi bersama pihak terkait, bahwa mereka akan menertibkan angkutan pasir basah yang melebihi tonase hari ini juga, dan tidak akan merekomendasikan izin pertambangan yang baru serta akan menutup pertambangan yang sedang beroperasi jika dalam kaitannya tersebut tidak memiliki prosedur perizinan pertambangan,” jelas Fahmi.

Selain itu Fahmi pun menegaskan jika Pemerintah Daerah serta pihak terkait tidak berkomitmen dalam audiensi tadi, pihaknya akan menggelar aksi besar-besaran dikemudian hari.

“Pokoknya, jika Pemerintah Daerah serta Pemerintah Provinsi Banten tidak menutup pertambangan dan menindak tegas truk bermuatan Overtonase, kami dari Paguyuban Masyarakat Peduli Lingkungan akan menggelar aksi besar-besaran,” tegasnya. [Lb/Ram]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here