Pengamat Politik : Negara Harus Bisa Menekan Kekuatan Dolar

Serang, Liputanbanten.co.id – Melemahnya nilai tukar rupaih dimata dolar AS, mengundang perhatian publik, sebelumnya kritik dilontarkan pengamat ekonomi asal Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanudin Banten, sekarang giliran Pengamat Politik yang angkat bicara.

Pengamat Politik yang juga Dosen Hukum Tata Negara di Fakultas Syariah UIN SMH Banten M. Zainor Ridho, menatakan, didalam ekonomi kita dihadapkan dengan dua faktor melihatnya, pertama  makro dan kedua dalam konteks mikro, terkait dengan melemahnya rupiah, disatu sisi bisa dipengaruhi oleh situasi internasional, maka dalam hal ini bukan hanya Indonesia melainkan  berpengaruh terhadap  negara-negara lain termasuk juga Malaysia dan Singapura.

“Negara harus hadir untuk mengantisipasi supaya tidak terjadi sampai nanti menjadi 15000 Rb Jika terjadi maka ini masuk stadium tiga, maka Pemerintah kementerian keuangan harus mengambil kebijakan politik bukan hanya kebijakan ekonomi saja tetapi kebijakan politik juga.” ujar Ridho saat ditemui diruangan Dosen Kampus UIN SMH Banten, Kota Serang, Rabu (8/5)

Ridho menambahkan, seharusnya Presiden Jokowi beserta lembaga-lembaga pemerintah atau lembaga perekonomian di dalam negeri harus bisa menstabilkan situasi politiknya.

“situasi ini akan berdampak terhadap ketidak percayaan masyarakat terhadap pemerintah sekarang.” tuturnya

Sambungnya, bukan hanya ketidak percayaan masyarakat terhadap pemerintah sekarang, namun ini juga akn nerimbah ada popularitas dan elaktabilitas Jokowi.

“kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan semakin menurun maka dampaknya mempengaruhi terhadap elektabilitas Pak Jokowi.” tambahnya

Untuk DPR RI sebagai refresentatif dari masyarakan sendiri haruslah segera mengambil langkah preventif guna menyikapi persoalan melemahnya rupiah dimata dollar AS.

“DPR RI harus memanggil Menteri Keuangan untuk menanyakan paling tidak mengajukan hak interpelasi atau paling tidak menanyakan kepada kementerian keuangan yang terkait Mengapa ini bisa Apa sebabnya Apakah disebabkan oleh Utang yang membuka atau disebabkan oleh faktor-faktor lainnya.” tegasnya (Lb/AR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here