Buah Kecapi, Enak dan Menyegarkan

Liputanbanten.co.id – Buah Kecapi. Mungkin sebagian mungkin masih awam dengan buah ini. Buah ini berbentuk bulat agak gepeng, berwarna kuning atau kemerahan jika masak serta berbulu halus seperti beludru.

Jika masih muda berwarna kehijauan dengan kulit buah yang tebal. Daging buah berwarna putih, lunak, berair dan melekat pada biji . Memang memakannya agak sulit. Mesti dibelah menggunakan pisau, baru bisa terlihat daging buahnya, dan kemudian bisa dinikmati. Rasanya manis-manis asam, namun segar.

Pohon buah kecapi besar dengan daun yang rimbun. Ketinggian pohonnya dapat mencapai sekitar 30 m, meskipun umumnya di pekarangan hanya mencapai sekitar 20-an meter. Batangnya dapat mencapai diameter 90 cm, bergetah seperti susu.

Daunnya majemuk, berselang-seling, bertangkai, bentuk jorong sampai bundar telur, berwarna hijau . Bunganya dalam mulai di ketiak daun, berambut, menggantung, bertangkai pendek. Kelopaknya berwarna kuning hijau dan samar-samar berbau harum.

Buah kecapi ini banyak ditemukan. Jika sudah musim buah ini, harga buah ini akan murah. Bahkan hanya sekitar Rp. 2.500,- saja per kilonya di daerahku di Cileungsi, Bogor. Karena dengan sekali panen dalam satu pohon bisa mencapai 100-300kg. Sungguh sangat disayangkan, melimpahnya panen tidak diimbangi dengan harganya yang memadai.

Di Indonesia, kecapi, juga dikenal dengan nama sentul atau ketuat. Dalam bahasa Inggris, kecapi dikenal dengan nama sentol, santol, atau wild mangosteenSandoricum koetjapi, yang juga disebut santol, dikenal sebagai tanaman penghasil buah yang penting dalam suku Meliaceae.

Buah kecapi yang memiliki rasa manis atau agak masam, dan dapat dikonsumsi segar dari pohon langsung. Kulit buahnya yang berdaging tebal juga kerap dimakan dalam keadaan segar atau dimasak lebih dulu, dijadikan manisan atau marmalade.

Di beberapa wilayah, kecapi dimanfaatkan juga sebagai sirup. Bentuk lain dari pemanfaatan buah kecapi adalah sebagai minuman beralkohol yang difermentasikan bersama beras. Cocok sebagai minuman penghangat.

Pohon kecapi juga dijadikan sebagai tanaman peneduh di jalur hijau karena tahan terhadap angin serta tidak menimbulkan sampah daun yang mengganggu. Kayu batangnya dapat dijadikan bahan konstruksi rumah, dek kapal, furnitur, berbagai perlengkapan rumah, alat-alat pertanian, sandal, bahan kerajinan, dan sebagai bahan pembuatan kertas dan tripleks.

Kecapi termasuk tumbuhan yang memiliki khasiat obat. Daging buah kecapi mengandung antioksidan dan substansi bioaktif flavonoid dalam jumlah besar. Bahan-bahan tersebut memiliki nilai nutrisi yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti jantung koroner dan sebagai antioksidatif serta anti-karsinogenik, kandungan vitamin C pada daging buah kecapi juga cukup tinggi.

Berbagai referensi menyebutkan berbagai bagian pohon kecapi juga memiliki khasiat obat. Rebusan daunnya secara tradisional digunakan sebagai penurun demam dan juga untuk pengobatan diabetes. Serbuk kulit batangnya untuk pengobatan cacing gelang. Akarnya untuk obat kembung, sakit perut dan diare, serta untuk penguat tubuh wanita setelah melahirkan.

Dengan banyaknya manfaat yang ada pada kecapi mulai dari buah hingga batang yang tidak menimbulkan banyak sampah daun, apabila dibudidayakan secara benar tidak menutup kemungkinan beberapa tahun kedepan kecapi akan banyak dicari dan merupakan salah satu komoditas ekspor yang sangat menguntungkan dan menggiurkan untuk pemerintah indonesia. (Lb/Kmp/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here