Pesona Torch Relay Asian Games 2018 Singgah di Kota Cilegon

Cilegon, Liputanbanten.co.id – Torch Relay Asian Games 2018 akan melewati beberapa tempat di Indonesia, yang akan melintasi 18 Provinsi dan 64 kota di Indonesia dan akan tiba di Provinsi Banten, Kamis (9/8/2018) pagi ini.

Tujuan dari Toch Relay keliling Indonesia sendiri yaitu sebagai ajang sosialisasi ASIAN GAMES 2018 kepada masyarakat, mempromosikan destinasi pariwisata, seni budaya serta potensi lainnya.

Banten mendapatkan bagian kunjungan dari Torch Relay Asian Games 2018 dan juga menjadi daerah venue untuk penthatlon.

Banten dikenal sebagai wilayah yang memiliki banyak daya tarik yang eksotis bagi wisatawan, berdasarkan keunikan sumber daya alam dengan branding Banten 7 Wonders.

Banten 7 Wonders antara lain, Banten Lama (Kawasan Keraton Kesultanan Banten), Tanjung Lesung, Sawarna, Anyer-Carita, Cisadane, Baduy, dan Ujung Kulon.

Banten juga memiliki ketaatan agama yang kuat dan memilki budaya asli yang masih eksis sampai saat ini, sehingga Banten menjadi tempat destinasi budaya dan religi yang banyak dikunjungi para wisatawan.

Provinsi Banten terdiri atas 4 Kabupaten yaitu Kabupaten Pandeglang, Lebak, Serang dan Tangerang serta 4 Kota yaitu Kota Serang sebagai ibu kota, Kota Cilegon, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

Api Obor Asian Games akan melintasi Kota Cilegon, Kabupaten Serang, dan Kota Serang serta akan disambut dengan ragam aktivitas seni budaya oleh pemerintah daerah kab/kota yang terlintasi.

Adapun rute yang akan dilewati yaitu, Pelabuhan Merak, Landmark Kota Cilegon, Rumah Dinas Walikota Cilegon, BMW Citra Garden, Danau TasiKardi, Stadion Maulana Yusuf Serang , Museum Negeri Provisi Banten.

Kota Cilegon dikenal sebagai Kota industri, dan sebutan lain bagi Kota Cilegon adalah Kota Baja, mengingat kota ini merupakan kota penghasil baja terbesar di Asia Tenggara.

Kota Cilegon sendiri memilki sebuah icon yang sudah terkenal, dengan Landmarknya yang berlokasi di Bunderan Simpang Tiga Jalan SA. Tirtayasa, Kecamatan Purwakarta.

Ini bagian dari identitas yang mencerminkan karakteristik Cilegon sebagai Kota Industri, Kota Pelabuhan, Kota Religi, serta gambaran Gunung Krakatau sebagai penopangnya.

Makna yang terkandung dalam landmark yaitu, dengan tinggi bangunan mencapai 25 M, dianalogikan sebagai batang pohon lengkap dengan 6 buah cabang atau tangkainya melambangkan moto Kota Cilegon sebagai kota industri yang berwawasan lingkungan.

Dasar landmark berbentuk lingkaran di analogikan sebagai putaran mesin sebagai symbol kota industri, dan bagian bawahnya pun ditopang 8 buah tiang yang merupakan lambang dari jumlah kecamatan yang ada di Kota Cilegon.

Jembatan yang berada ditengahnya dianalogikan sebagai gambaran bias cahaya lampu mercusuar yang melambangkan pelaksanaan pembangunan secara menyeluruh di Cilegon.

Sedangkan atap berbentuk kubah melambangkan penduduk Kota Cilegon yang religius. (Lb/As)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here