Ratusan Ribu Demonstran Warga Catalonia Tolak Merdeka

Pengunjuk rasa mengibarkan bendera Spanyol dan berteriak di depan balai kota dalam sebuah demonstrasi mendukung persatuan Spanyol sehari sebelum referendum kemerdekaan 1 Oktober yang dilarang di Catalunya, di Madrid, Spanyol, Sabtu (30/9/2017). (REUTERS/Sergio Perez/cfo/17)

Jakarta, Liputanbanten.co.id – Ratusan ribu demonstran memenuhi pusat kota Barcelona, Minggu waktu setempat, untuk menentang rencana para pemimpin separatis mendeklarasikan kemerdekaan Catalonia menyusul referendum pemisahan diri yang dianggap ilegal oleh pemerintah pusat Spanyol.

Ribuan warga Catalan yang menyebut diri mereka “mayoritas diam” ini menentang pemisahan diri daerahnya dari Spanyol. Mereka angkat bicara setelah satu pekan ketidakmenentuan akibat krisis politik paling buruk dalam sejarah Spanyol itu.

Para demonstran melambai-lambaikan baik bendera Spanyol maupunĀ  Catalan sembari meneriakkan “Viva Espana! Viva Catalonia!” saat menerobos jalan-jalan di kota Barcelona di bawah langit yang cerah.

“Kami mungkin terlalu lama bungkam,” kata Alejandro Marcos (44) kepada AFP. “Sepertinya yang mengaku paling banyak itulah yang memenangkan argumentasi. Oleh karena itu kami harus membuka suara kami dan berkata keras-keras dan terang benderang bahwa kami tidak ingin kemerdekaan.”

Sekitar 350.000 orang mengikuti unjuk rasa ini, tetapiĀ  penyelenggara demonstrasi mengklaim angka 930.000 dan 950.000 orang.

Beberapa demonstran menyeru pemimpin separatisme Carles Puigdemont dipenjara karena menggelar referendum kemerdekaan sekalipun dinyatakan tidak syah oleh pemerintah dan mahkamah Spanyol.

Salah satu spanduk berbunyi,”Kesatuan Spanyol tidak bisa divoting atau dinegosiasikan, kesatuan harus dipertahankan.”

Yang lainnya menyerukan dialoge. Slogan demonstrasi yang diorganisir oleh Societat Civil Catalana yang merupakan kelompok antikemerdekaan utama di Catalonia adalah “Cukup, mari pulihkan akal sehat!” (Red/Ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here