Bermain Imbang, Timnas U-22 Puasa Kemenangan

Malang, Liputanbanten.co.id – Persiapan Timnas U-22 Indonesia menuju Piala AFF 2019 masih diwarnai puasa kemenangan. Setelah sempat ditahan imbang 2-2 oleh Bhayangkara FC, pasukan Indra Sjafri bermain seri 1-1 dengan Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (10/2/2019) sore.

Menit-menit awal, Timnas U-22 sempat terkurung di daerahnya sendiri karena inisiatif serangan diambil Arema. Salah satu buah dari gelombang serangan yakni kans Johan Ahmad Alfarizi pada menit ke-12.

Dia menyambut bola kiriman dari sepak pojok dengan tandukan. Adalah mistar gawang yang menggagalkan keunggulan Arema. Setelah peluang tersebut, Timnas U-22 melalui Witan Sulaeman sebagai motor serangan dan Marinus Wanewar sebagai ujung tombak coba bangkit dengan mengambil alih otoritas permainan.

Lewat distribusi dari kaki ke kaki, ‘Garuda Muda’ melakukan build-up. Namun, aliran bola selalu mentok ketika Witan dan kolega coba menerobos sepertiga terakhir lapangan.

Sementara itu, Arema FC yang lebih sabar menunggu di daerah sendiri tetap mampu merepotkan Timnas U-22 lewat serangan balik yang bertumpu pada kecepatan Dedik Setiawan.

Menit ke-28, bola tembakan pemilik nama terakhir melenceng dari target. Pun demikian via terapi kejut dari lini kedua. Misalnya, Makan Konate sempat melancarkan percobaan. Lagi-lagi Satria Tama di bawah mistar Timnas U-22 bisa merasa tenang karena bola tak menuju target. Sampai turun minum, skor ‘kacamata’ bertahan.

Penampilan minor di paruh pertama mendorong Indra untuk melakukan sejumlah perubahan. Marinus Wanewar yang gagal memberikan dampak harus meemberikan tempat kepada Dimas Drajad. Lalu, Rifal Lastori mengisi kekosongan yang ditinggalkan Witan dan Todd Rivaldo Fere menggantikan Billy Keraf saat laga menyisakan 25 menit.

Alih-alih menuai hasil positif dari rentetan pergantian, Timnas U-22 justru mengalami kecolongan pada menit ke-69. Tendangan salto Hamka Hamzah mampu menggetarkan jala gawang ‘Garuda Muda’, tetapi untungnya gol dianulir.

Kebuntuan Timnas U-22 baru berakhir lima menit berselang. Menariknya, sang pencetak gol adalah Hanif Sjahbandi yang sebetulnya merupakan penggawa Arema. Arema tak rela menelan kekalahan di depan pendukungnya sendiri.

Intensitas serangan coba ditingkatkan dan hasilnya gol penyeimbang tercipta empat menit sebelum waktu normal berakhir. Robert Lima mampu menyambar bola liar untuk menuliskan namanya di papan skor. Lesakan sosok beralias Gladiator tersebut sekaligus menutup pertandingan di Kanjuruhan. Skor 1-1 terpampang saat peluit panjang dibunyikan. (Lb/Kpn/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here