PJS Bupati Lebak Bentuk Tim Terpadu Atasi Permasalahan ‘Tambang Pasir’

Pjs Bupati Lebak H. Ino saat memberikan keterangan kepada media (Foto: Liputanbanten)

Serang, Liputanbanten.co.id – Pejabat Sementara (PJS) Bupati Lebak H. Ino mengatakan pihaknya sudah membentuk Tim terpadu yang terdiri dari Kapolres, Satpol PP, Dishub, PUPR dan ada beberapa dinas terkait mulai datang ke lokasi tambang pasir basah masing-masing sesuai dengan tupoksinya.

“Kemarin kita sudah tim terpadu, diantaranya dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lebak nah itu akan melihat dari sisi jalan yang rusak, kemudian dari Kepolisian lebih melihatnya dari sisi apa ada aturan yang di tabrak, karena dari laporan sementara izin nya ada, tapi meskipun mempunyai izin tapi kan pelaksaanan nya membawa pasir basah, tapi kan sudah diberlarut-larut bahkan Tim kita pun sudah memperingatkan tapi masih saja membandel, jadi Tim ini akan memberikan laporan rekomendasi,” kata Ino saat di wawancara media Liputanbanten.co.id di hotel Horison, Serang, Selasa (10/04).

Ino mengungkapkan, pihaknya dengan DPRD Lebak sudah memanggil pemilik perusahaan tambang pasir yang berada di daerah Kecamatan Sajira tersebut, namun dalam pelaksanaannya masih saja membandel.

“Bahkan tim kita dengan DPRD Kabupaten Lebak sudah memanggil tapi masih saja membandel, tapi kita harus arif juga menanggapi masalah, karena bagaiamana pun jalan itu rusak oleh truk tambang pasir atau bukan, jangan-jangan memang ada truk batubara yang lewat situ,” ungkap Ino.

Selain itu Ino mengatakan pemerintah daerah tidak bisa serta merta menutup perusahaan yang sudah berjalan.

“Makanya nanti ada tahapan peringatan. Jadi nanti tergantung tim yang meninjau lokasi, dan melihat tingkat kesalahannya, jadi kalo melanggar hukum ya itu ranah nya Kepolisian, satu-satu lah ya kita perbaiki,” tutupnya [Lb/Ram]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here