Juventus Dinilai Lebih Baik Ketimbang Real Madrid

Liputanbanten.co.id – Penggawa Ajax Amsterdam, Frenkie de Jong, menyatakan bahwa Juventus adalah tim yang lebih baik ketimbang Real Madrid. De Jong dan Ajax akan berhadapan dengan Juventus di babak perempat final Liga Champions setelah melewati adangan Madrid di babak 16 besar.

Pernyataan De Jong ini tentunya cukup “berani” meski tidak mengherankan. Salah satu alasannya, tentu saja, karena gelandang tengah muda ini akan bermain di Barcelona, yang notabene rival terbesar Madrid, per musim depan.

Kendati begitu, niat De Jong tampaknya bukan untuk mencari masalah. De Jong mengemukakan pernyataannya ini berdasarkan form Madrid yang kurang baik di musim 2018/2019 ini.

“Saya menilai Juventus sedikit lebih baik ketimbang Madrid. Jangan berprasangka buruk, Madrid adalah klub top, tetapi form mereka di musim ini agak menurun ketimbang musim-musim sebelumnya,” ujar De Jong seperti dilansir Marca.

Ucapan De Jong ada benarnya. Performa Madrid di musim ini memang tidak sememuaskan di beberapa musim lalu, terlebih di tiga musim terakhir ketika mereka berhasil memboyong ‘Si Kuping Besar’ berturut-turut.

Di musim ini, Madrid terbukti kesulitan, tak hanya di La Liga Spanyol, tetapi juga di Liga Champions. Memang, Los Blancos berhasil memuncaki Grup G. Namun, dua kekalahan dari CSKA Moskva, termasuk kekalahan kandang dengan skor 0-3, di fase grup menjadi pertanda buruk bagi Sergio Ramos dkk.

Benar saja, di babak 16 besar, Madrid harus kalah dari Ajax, yang di atas kertas semestinya dapat mereka tundukkan dengan mudah. Kekalahan di babak 16 besar ini semakin memalukan, karena mereka berhasil menang di pertandingan leg pertama yang berlangsung di kandang Ajax dengan skor 2-1.

Bermain di kandang sendiri pada pertandingan leg kedua, Madrid malah takluk dengan skor telak 1-4. Performa Juventus, di liga domestik, adalah hal yang 180 derajat berlawanan dengan performa Madrid. Namun, sekali lagi, ini hanya di liga domestik. Di Liga Champions, hasil-hasil yang didapat Juventus pada dasarnya tidak terlalu berbeda dengan Madrid.

Seperti Madrid, ‘Si Nyonya Tua’ juga menelan dua kekalahan di fase grup, kendati pada akhirnya berhasil finis di peringkat pertama. Di babak 16 besar, Juventus nyaris disingkirkan oleh Atletico Madrid setelah dikalahkan di leg pertama dengan skor 0-2.

Namun, Juventus memiliki seorang pembeda bernama Cristiano Ronaldo, yang ironisnya baru hengkang dari Madrid di awal musim ini. Lewat hattrick-nya di leg kedua, Ronaldo berhasil menyelamatkan Juventus dari kekalahan dan kegagalan di Liga Champions.

Ajax sebenarnya hampir menghadapi Juventus tanpa Ronaldo di pertandingan leg pertama, Kamis (11/4/2019) dini hari WIB. Pasalnya, bintang Tim Nasional (Timnas) Portugal tersebut sempat mengalami cedera hamstring dan mesti melewatkan empat laga Serie A bersama klubnya.

Menariknya, De Jong malah berharap agar dapat menghadapi Ronaldo, kendati ia juga mengakui bahwa kekuatan Juventus akan bertambah dengan signifikan jika CR7 tampil. Pada akhirnya, Ronaldo kemungkinan besar akan turun di laga melawan Ajax setelah Massimiliano Allegri mengonfirmasi bahwa cedera pemain berusia 34 tahun tersebut telah pulih.

“Saya harap Ronaldo sembuh dan dapat bermain. Ia adalah pemain top. Meskipun saya tahu kesempatan kami untuk menang apabila ia tidak bermain, saya ingin menghadapi pemain-pemain terbaik. Saya penasaran akan seperti apa pertandingan melawan Juventus karena mereka adalah favorit juara. Ini akan menjadi tantangan yang menyenangkan,” kata De Jong. (Lb/Kmp/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here