1.095 ASN Terlambat, BKD Banten: Kita Sudah Siapkan Sanksi

Presenttase kehadiran pegawai Pemprov Banten, Jumat (10/5/2019). @Foto: Febry/Liputanbanten.co.id

Serang, Liputanbanten.co.id – Memasukin hari ke-4 pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten masih ada pegawai yang datang terlambat, tidak mematuhi Surat Edaran (SE), Gubernur Banten, Wahidin Halim.

Berdasarkan data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banten, sebanyak 1.095 pegawai di lingkungan Pemprov Banten Terlambat Masuk Tanpa Berita (TMTB). Bahkan pantauan dilokasi, pada pukul 08.00 WIB, masih banyak ASN Pemprov Banten yang berdatangan dengan terburu-buru, ke Kawasan Pusat Pemerintah Provinsi Banten (KP3B), Jalan Raya Serang-Pandeglang, Jum’at (10/5).

Kepala BKD Banten, Komarudin mengatakan, bahwa berdasarkan Surat Edara (SE) Nomor 800/1527-BKD/2019 tentang penetapan jam kerja bagi pegawai di lingkungan Pemprov Banten selama bulan suci Ramdhan, telah di atur jelas. Maka itu, Komarudin pun mengaku telah menyiapkan sanksi untuk pegawai yang terlambat datang selama 12 menit.

“Ini pun sudah sesuai dengan SE yang di edarkan, dan akan di akumalasi keterlambatan selama 1 jam dalam satu bulan,” ungkapnnya.

Komarudin juga menjelaskan, untuk sanksi yang disiapkan adalah potongan Tunjangan Kinerja (Tukin) sebesar 5 persen. “Sanksi pun akan di terpotong secara otomatis, sesuai dengan kehadiran pegawai selama masuk kerja,” katannya.

Lanjut Komarudin, sementara untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tengah di pantau oleh BKD Banten yakni Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Samsat, Dishub dan Disnaker.”5 OPD ini masih dalam pantauan kita, karena masih banyak pegawai yang telat,” jelasnnya.

Ditempat lain, Salah satu Pegawai Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Banten yang meminta jangan disebutkan namannya, mengeluhkan kebijakan Gubernur Banten tersebut, karena harus selalu berangkat subuh dari rumahnnya. “Walau saya orang serang, tapi riweuh mas. Ke kantor harus subuh-subuh. Pabrik juga tidak begini,” ujarnnya.

Pegawai lainnya pun, mengeluhkan hal sama, dan harus terburu-buru datang ke kantor. “Semenjak kebijak Pak Gubernur ini, saya jadi sibuk sendiri mas. Udah ya mas, saya lagi buru-buru. Takut terlambat, nanti kena Sanksi,” kata salah satu pegawai Dindik Banten.

Seperti diketahui, Kebijakan Gubernur Banten, Wahidin Halim mengatur jam kerja para ASN. Kini, para ASN selama Ramadhan harus masuk bekerja pukul 06.00 WIB hingga pukul 12.30 WIB dan pada hari Jumat mulai dari pukul 06.00 WIB – 13.00 WiIB. (Lb/Fs/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here